Surabaya (beritajatim.com) – Dawet Pasar Blauran Surabaya masih menjadi primadona para pecinta kuliner baik di Surabaya maupun luar. Minuman ini sangat pas dinikmati di tengah cuaca Surabaya yang sedang panas-panasnya.
Harganya murah dan rasa manis otentik membuat dawet khas Surabaya ini masih digemari. Salah satunya di kedai milik Ferry di lantai dasar Pasar Blauran Surabaya.
Di libur lebaran kali ini, Ferry mengaku tak bisa tutup warung terlalu lama. Sebab, banyak pelanggan memburu dawet dan bubur Madura yang setiap hari dia jual.
“Kita baru buka karena banyak pelanggan yang cari di musim lebaran ini,” ungkap Ferry, wanita paruh baya asal Surabaya ini, Jumat (28/4/2023).
Dibanderol dengan harga Rp7.000, minuman khas Kota Pahlawan ini menjadi jujukan saat mengunjungi Pasar Blauran.
Baca Juga:
5 Tempat Libur Lebaran di Surabaya dengan Pemandangan Indah, Cocok untuk Keluarga
Berisikan mutiara, bubur ketan hitam, bubur sumsum, dawet, grendul atau biji salak, dan bubur sagu. Setelah itu, diberi santan dan gula ditambah es batu jika ingin menikmati dawet dalam kondisi dingin.
Di tengah cuaca yang panas beberapa hari di Surabaya, minuman ini cocok dinikmati. Salah satu pengunjung, Wiwik Surgawi, ibu dua anak asal Gresik ini mengajak keluarganya untuk ke pasar blauran hanya untuk menikmati dawet surabaya tersebut.
“Karena memang sejak remaja saya sering beli di sini dan sampai sekarang rasa dawet Surabaya ini sangat nikmat, jadi saya ingin mengenalkan ke anak perempuan saya minuman ini,” ucap Wiwik Surgawi.
Baca Juga:
Resep Rawon Khas Surabaya, Masuk Daftar Sup Terenak di Dunia
Kondisi yang panas, Wiwik mengaku paling suka minum dawet surabaya ini dalam kondisi dingin. “Nikmat kalau dingin, karena memang sebelumnya kita di jalan panas sekali,” ucapnya.
Hal berbeda diungkapkan Sriatun mengaku senang mengkonsumsi dawet Surabaya ini tidak menggunakan es. “Karena memang lebih nikmat selain itu saya tidak suka dingin aja,” terangnya.
Dengan cara apa pun minuman tersebut dinikmati dawet Surabaya yang ada di Pasar Blauran tetap menjadi primadona. “Enak minuman ini, jadi sering saya kembali ke sini,” ucap salah satu pembeli Salsalbila. [way/beq]






