Blitar (berijatim.com) – Blitar menjadi surganya ‘sound horeg’ di Provinsi Jawa Timur. Tercatat ada banyak kelompok sound audio yang berasal dari Bumi Bung Karno tersebut. Sound Horeg adalah getaran kuat yang ditimbulkan oleh dentuman suara musik remix keras yang dikeluarkan dari peralatan sound system berkapasitas besar.
Nah, di Blitar fenomena ini banyak bermunculan. Yang paling lama adalah Faskho Sengox Audio. Sound audio ini berasal dari Desa Papungan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Berdiri sejak tahun 1990-an. Faskho kini dikenal masyarakat luas sebagai “Mbah e Sound Horeg Jatim”.
Faskho Sengox bisa dibilang yang mengawali dan memelopori lahirnya sound audi di Bumi Bung Karno. Sejak dulu, Faskho juga telah disewa oleh masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk karnaval maupun battle sound.
Faskho menggunakan piranti dari Phase-Lab untuk memanjakan pecinta sound horeg di Jawa Timur. Hasilnya bukan main-main, saat mengikuti karnaval di Pujon, Faskho bahkan sempat membuat genting rumah warga berjatuhan.
“Kalau tidak salah berdiri antara tahun 1990 hingga 1991,” ucap Mbah Ngox sapaan akrab Syaiful Aziz pemilik Faskho Sengox.
BACA JUGA:
Bukan Brewog Audio, Ini Daftar Sound Horeg Pertama Muncul di Blitar
Nama kedua yang cukup terkenal di kalangan Sound Horeg Jatim adalah BJ Hunter. BJ Hunter diambil dari nama sang pemiliknya yang biasa dipanggil Mbah Bejo. Bejo Hunter berasal dari Desa Purwokerto Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar.
Nama BJ Hunter di dunia sound horeg sudah tidak diragukan lagi. Penggemar BJ Hunter pun terus bertambah seiring laju waktu. Faktor pemilik Mbah Bejo yang ramah dan tidak sombong juga membuat BJ Hunter memiliki penggemar setia.
BJ Hunter kini melebarkan sayapnya di dunia sholawatan. Diketahui BJ Hunter menyumbangkan sound audionya untuk acara pengajian Gus Iqdam di pondok pesantren Mambaul Hikam 2. “Dua box saya taruh di Gus Iqdam biar berkah katanya, lak gelem sholawat angel kere (kalau mau salawat, sulit miskin),” kat Mbah Bejo.
Nama ketiga yang sangat dikenal di masyarakat umum yakni Brewog Audio. Brewog Audio disebut-sebut sebagai rajanya battle sound di Jawa Timur. Brewog Audio ini dimiliki oleh seorang pria bernama Muzahidin atau biasa disebut Mas Bre.
BACA JUGA:
Sejarah Faskho Sengox Blitar, ‘Mbahe’ Sound Horeg Jatim
Brewog Audio berdiri pada 2019 di sebuah rumah yang beralamatkan di Jalan Ngantru-Srengat, Togogan I, Togogan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Rumah tersebut kini dijadikan basecamp sekaligus toko dari Brewog Audio.
Meski baru berusia 4 tahun, namun penggemar Brewog Audio mencapai hampir satu juta orang. Hal itu terlihat dari banyaknya pengikut YouTube Brewog Audio yang mencapai 700 ribu orang lebih.
Nama keempat yang tidak kalah mentereng adalah Stroom Audio. Stroom Audio ini merupakan milik seorang pria bernama Hendrik. Stroom Audio memiliki model sound sistem yang belum dimiliki oleh satu kelompok pun di Indonesia, yakni Megabot.
Megabot adalah sebutan bagi sound sistem lipat yang dimiliki oleh Stroom Audio. Sistem kerja Megabot ini adalah peralatannya sudah tertata di atas truk dan bisa dilipat tanpa harus bongkar pasang. Meski begitu kualitas Megabot tak perlu diragukan lagi.
“Megabot ini biayanya mahal, tapi kan tidak perlu biaya lagi untuk bongkar pasang dan lain,” kata Hendrik.
Selain 4 tersebut masih ada kelompok sound audio lainnya yang berasal Blitar seperti Jazila dan Mangkasari. Mau ‘horeg’ dan bergetar? Blitar adalah surganya. [owi/suf]






