Blitar (beritajatim.com) – Penggemar sound horeg di Jawa Timur tentunya sudah mengenal nama Faskho Sengox Blitar. Kelompok sistem suara yang berbasis di Dusun Sekardangan, Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, dikenal sebagai “Mbahe” sound horeg di Jatim.
Menurut pemiliknya, Syaiful Aziz, atau akrab disapa dengan Mbah Ngox, kelompok sound mereka telah ada sejak tahun 1990-an. Ini berarti bahwa usia Faskho Sengox telah mencapai 33 tahun.
Pada awal berdiri, Faskho Sengox hanya menggunakan speaker ACR 15 inch dengan harga sewa sekitar 25 hingga 35 ribu rupiah per acara. Pada saat itu, kegiatan penyewaan Faskho sebagian besar berkaitan dengan pengajian dan acara mantenan.
“Mungkin berdiri antara tahun 1990 hingga 1991-an,” kata Mbah Ngox.
BACA JUGA:
Sejarah Panjang Battle Sound: Pertama Muncul di Banyuwangi
Sebelum memiliki Faskho Sengox, Syaiful Aziz harus bekerja keras di bidang suara audio. Saat itu, Mbah Ngox masih duduk di bangku MTS (Madrasah Tsanawiyah), dan harus bersepeda ontel berkeliling belasan kilometer untuk menawarkan jasa penyewaan suara audio.
Tidak dengan mobil, tapi dengan sepeda tua. Speaker yang digunakan juga sederhana, dan sumber listriknya menggunakan aki. Dengan semangat tinggi, Syaiful Aziz menjajakan jasa penyewaan suara audio di berbagai kegiatan masyarakat.
Harga sewanya waktu itu hanya sekitar Rp. 1.100 untuk satu acara, dan Mbah Ngox, yang saat itu masih membantu pamannya, hanya mendapatkan komisi sebesar Rp100.
Kegiatan ini dilakukan secara rutin oleh Mbah Ngox setelah sholat Maghrib. Pria asal Kecamatan Kanigoro, Blitar, harus memanjat pohon tinggi untuk memasang speaker yang dibawanya.
“Saya menjalankan ini selama sekitar 4 tahun, sejak saya masih sekolah di MTs, sewaannya hanya Rp1.100 pada tahun 1985-an,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Ramai Larangan Battle Sound, Ternyata Rajanya Ada di Blitar
Faskho terus berkembang dan meningkatkan kualitas audio mereka. Berkat ketekunan dan dedikasi sang pemilik, Faskho Sengox kini memiliki penggemar setia dari berbagai daerah.
Julukan “Mbahe” sound horeg sudah melekat pada Faskho Sengox. Meskipun sudah berusia tua, kualitas Faskho Sengox tetap terjaga.
Syaiful Aziz, sang pemilik, senang berbagi pengetahuan tentang audio. Mbah Ngox selalu dengan tulus berbagi ilmu kepada kelompok sound audio baru yang datang kepada mereka.
Selain fokus pada acara pertandingan sound, Faskho Sengox juga rutin mengikuti acara sholawatan. Memang, sejak awal, nama Faskho sangat terkait dengan acara-acara sholawatan di Jawa Timur. [owi/beq]






