Bandung (beritajatim.com) – Calon Presiden PDIP Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan bisa bebas dari korupsi jika para pemimpin tertinggi tidak berintegritas.
Ia mengatakan bahwa para pemimpin tertinggi harus menjadi teladan bagi seluruh aparatur sipil negara dan pelayan masyarakat dalam memberantas korupsi.
Hal ini disampaikan Ganjar saat memberikan kuliah umum di Universitas Kristen Maranatha Bandung, Rabu (11/10/2023). Di depan ribuan mahasiswa dan dosen, Ganjar menekankan bahwa pemberantasan korupsi adalah salah satu program utama untuk memajukan Indonesia.
“Indonesia tidak akan maju kalau korupsi masih ada. Kita bisa meningkatkan pendapatan negara, kita bisa membuat sistem yang bagus, tapi kalau korupsi masih berlangsung, maka Indonesia tidak akan maju,” ujar Ganjar disambut tepuk tangan meriah.
Ganjar mengakui bahwa memberantas korupsi di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Korupsi sudah menjadi budaya yang sulit dihilangkan. Oleh karena itu, diperlukan usaha yang besar dan kesungguhan dari semua pihak untuk mewujudkan Indonesia bebas korupsi.

Salah satu hal yang harus dilakukan adalah mereformasi birokrasi, lembaga dan para pemimpin tertinggi di Indonesia. Mereka yang menduduki jabatan tinggi harus memiliki integritas tinggi dan melayani masyarakat dengan baik, cepat dan murah.
“Kita harus percaya, kalau pemimpin tertinggi bersih, maka korupsi bisa dihapuskan. Harus ada teladan, dan para pemimpin tertinggi ini adalah aktor utama yang punya peran penting,” jelasnya.
Ganjar menambahkan bahwa mereka yang mendapat amanah harus menunjukkan sikap yang baik. Banyak kasus korupsi terjadi karena adanya tekanan dari atasan.
“Kultur kita itu, kalau pemimpin tertingginya tidak minta uang, tidak minta proyek dan tidak jual beli jabatan, maka bawahannya pasti ikut. Harus ada teladan dari atas ke bawah agar integritas bisa tercipta,” tegasnya.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Peluk dan Janji Bantu Anak Yatim MTs NU Tasikmalaya
Dengan integritas yang tercipta dan korupsi yang diberantas, maka pembangunan Indonesia akan lebih mudah. Anggaran negara bisa lebih besar karena tidak ada kebocoran dan bisa digunakan untuk membangun infrastruktur dan sumber daya manusia.
Ia juga mendorong pemberantasan korupsi tidak hanya melalui penindakan. Pencegahan juga harus dilakukan. Seperti yang ia lakukan di Jawa Tengah. Ia mengajak semua bupati/wali kota untuk mengimplementasikan kurikulum antikorupsi di sekolah-sekolah. Dengan demikian, pencegahan korupsi sudah ditanamkan sejak dini.
“Kalau korupsi sudah berhasil diberantas, ditambah sistem pemerintahan yang digital, maka pelayanan pada masyarakat akan semakin baik. Masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dengan mudah, perizinan tidak ribet, investasi datang dan negara kita benar-benar menjadi negara maju,” tutupnya.
Apa yang disampaikan Ganjar mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Mereka percaya, Ganjar bisa merealisasikan ide dan gagasannya untuk membuat Indonesia lebih maju.
“Apalagi pak Ganjar itu bukan cuma ngomong doang, beliau sudah membuktikannya di Jateng selama 10 tahun jadi gubernur. Jadi saya yakin pak Ganjar bisa menerapkannya saat jadi presiden dan membawa Indonesia benar-benar menjadi Indonesia Emas,” kata Aliya, salah satu mahasiswa Universitas Kristen Maranatha. (ted)






