Blitar (beritajatim.com) – Laznas LMI (Lembaga Manajemen Infaq) Blitar menggelar aksi resik kali Blitar City 2024. Lembaga filantropi ini menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar, World CleanUp Day Blitar, serta sejumlah elemen dan relawan peduli lingkungan untuk membersihkan Sungai Kali Lahar Gunung Kelud.
Kegiatan bersih sungai ini sengaja dilakukan oleh Laznas LMI untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan datang. Selain itu ini juga untuk menjaga kebersihan aliran sungai lahar di wilayah Kota Blitar.
Kepala LMI Blitar Sofia Dewi mengatakan, aksi peduli lingkungan ini untuk menjaga kebersihan aliran sungai dari sampah yang bisa menyebabkan banjir. Apalagi hujan sudah mulai turun di akhir tahun ini. Aksi juga dilakukan dengan mengedukasi warga di pinggir aliran sungai untuk tidak membuang sampah di sungai.
“Dalam kegiatan resik kali ini nanti, juga ada pemasangan papan larangan membuang sampah serta menjaga kebersihan lingkungan. Jadi ini bentuk edukasi nyata di masyarakat, terutama di aliran sungai Lahar.” ungkap Sofia, Minggu (29/9/2024).
Aksi resik kali Blitar City ini melibatkan sekitar 500 personil dari instansi pemerintah, relawan peduli lingkungan dan penanggulangan bencana daerah serta pelajar SD di kota Blitar.
Aksi resik kali ini sekaligus dalam rangka memperingati World CleanUp Day serta milad Laznas LMI ke 29. Aksi ini diharapkan membawa perubahan perilaku warga sekitar aliran sungai untuk menjaga kebersihan dari sampah, hingga terwujud resik kaline, tentrem atine, Blitar Lestari Bumine .
“Kalau sampah menumpuk pasti akan terjadi banjir dan selain ini juga akan mencemari lingkungkan. makanya harus dilakukan pembersihan,” ungkap Jajuk Indihartati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar.
Diharapkan dengan adanya pembersihan sungai ini, maka potensi banjir bisa diminimalisir. Selain itu diharapkan gerakan ini juga bisa menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan lingkungan utamanya sungai. [owi/suf]






