Ponorogo (Beritajatim.com) – Gelaran Festival Literasi Ponorogo 2024 masih berlangsung dengan beragam kegiatan menarik yang turut mendukung peningkatan minat baca masyarakat. Selain menjual puluhan ribu buku, festival yang diadakan selama sebulan penuh ini juga diisi dengan berbagai acara literasi. Salah satu kegiatan yang akan menarik perhatian publik adalah bedah buku Pada Akhirnya: Eko-Mistisisme dalam Serat Centhini dan Alusi Lainnya. Kegiatan bedah buku di Festival Literasi Ponorogo itu, bekerjasama dengan toko buku Rusamenjana.
Acara bedah buku ini, rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 12 Oktober 2024, pukul 19.00 WIB di lokasi Festival Literasi Ponorogo, Terra Senja Area di Jalan Urip Sumoharjo Ponorogo. Buku Pada Akhirnya merupakan karya Frenki N.F.P, yang menggali pemahaman mendalam mengenai eko-mistisisme melalui karya sastra klasik Serat Centhini. Bedah buku tersebut juga akan menghadirkan Hayyik Ali M.M dari Jamiyah Mucoffee Akademi sebagai pembedah, yang akan memperkaya diskusi dengan perspektif spiritual dan filosofis.
“Akan ada bedah buku yang dilakukan oleh Rusamenjana pada hari Sabtu (12/10) nanti,” kata Rudi, Ketua Panitia Festival Literasi Ponorogo, Rabu (09/10/2024).
Rudi mengungkapkan bahwa acara bedah buku ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman baru kepada peserta festival terkait hubungan antara spiritualitas, lingkungan, dan budaya Jawa yang diangkat dalam Serat Centhini. Buku ini juga membahas tema-tema mistisisme.
Festival Literasi Ponorogo sendiri menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk memperluas wawasan dan meningkatkan minat baca. Dengan rangkaian acara seperti bedah buku ini, diharapkan festival dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkenalkan karya-karya sastra klasik Indonesia kepada generasi muda.
“Bedah buku diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap pecinta klub sepakbola Arsenal ini.
Tak hanya itu, acara seperti ini juga menjadi ruang diskusi yang mempertemukan para penulis, pembaca, dan akademisi untuk berbagi pandangan mengenai literasi, budaya, dan isu-isu sosial yang sedang berkembang. Sehingga, Festival Literasi Ponorogo 2024 semakin memperkaya khazanah intelektual di Bumi Reog. Sehingga, bagi pecinta sastra dan budaya, acara bedah buku Pada Akhirnya ini, menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan.
“Mari hadir dan ikut serta dalam diskusi yang mendalam dan inspiratif di Festival Literasi Ponorogo,” tutup Rudi. [end/but]






