Blitar (beritajatim.com) – Festival Durian Sumberasri kecamatan Nglegok kabupaten Blitar kembali digelar setelah 2 tahun ditiadakan. Kegiatan ini pun sukses menyedot animo masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Kediri, Malang, hingga Surabaya.
Festival Durian Sumberasri ini digelar selama 3 hari secara berturut mulai tanggal 10 hingga 12 Februari 2023 ini. Ribuan buah durian hasil penen petani lokal desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar pun ditampilkan dalam festival ini.
“Ini rangkaiannya mulai dari tanggal 10,11 hingga 12 Februari 2023, ini kami persiapannya sampai 1 bulan, ini buah lokal semua,” kata Seni Adi, Kades Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, Minggu (12/02/23).
Dalam festival ini ada 60 lapak yang menjual durian lokal asli desa Sumbersari Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Jenis durian yang dijual juga bermacam-macam Mulai dari Musangking, Bawor hingga yang belum ada namanya.
Harga yang ditawarkan di festival durian ini juga bervariasi mulai dari 20 ribu hingga 100 ribu rupiah. Semua tergantung jenis dan ukuran durian.
Festival ini sengaja digelar sebagai bentuk syukur para petani durian atas hasil panen yang melimpah. Pasalnya desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar memang daerah penghasil durian.
Tercatat sejauh ini ada lebih dari 20 ribu pohon durian yang tumbuh di seluruh desa Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Puluhan pohon durian tersebut selalu berbuah saat akhir tahun hingga bulan Februari seperti saat ini.
“Kalau total populasi pohon durian di Sumberasri Kecamatan Nglegok Kabupaten mencapai lebih dari 20 ribu pohon,” jelasnya.
Menurut panitia total selama 3 hari acara festival durian ada ribuan pengunjung yang datang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Kediri, Malang, Jombang hingga Surabaya.

Kegiatan festival ini merupakan agenda rutin tahunan yang selalu digelar oleh pihak desa Sumberasri. Namun karena pandemi covid 19, festival durian ini terpaksa ditiadakan selama 2 tahun terakhir.
“Ini yang pertama setelah pandemi covid jadi warga sangat antusias,” imbuhnya.
Selain menyajikan durian yang dijual, di acara festival ini juga digelar rebutan gunungan durian. Total ada 450 durian yang disusun menjadi gunungan yang selanjutnya diperebutkan oleh ratusan warga.
Rebutan gulungan durian ini pun menjadi acara puncak festival durian. Kegiatan ini pun juga yang paling ditunggu-tunggu oleh warga.
Pasalnya dalam rebutan durian ini masyarakat bisa mengambil sepuasnya durian yang diinginkan.
“Antusias sekali ya ini baru pertama kali saya mengikuti festival durian dan ternyata ada rebutan durian jadi meskipun harus berjuang tapi seru sekali,” kata Fani, pengunjung festival durian Sumberasri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-blitar”]
Dalam acara rebutan durian ini ratusan peserta dari berbagai daerah saling berlomba-lomba dan berdesak-desakan demi bisa mendapatkan durian yang telah dibentuk menjadi gunungan atau tumpeng. Setiap peserta pun bisa mengambil dua hingga tiga buah durian asalkan dirinya mampu melewati dan berlomba dengan ratusan orang lainnya.
Salah satunya yang beruntung adalah Fani dirinya memperoleh dua buah durian yang cukup matang. Mahasiswa asal Malang itu sengaja datang ke festival durian Sumberasri untuk menikmati buah durian sekaligus melihat suasana festival durian.
“Beruntung banget ini tadi dapat 2 buah durian ya meskipun harus berdarah-darah untuk mendapatkannya tapi seru banget,” paparnya.
Rencananya kegiatan festival durian ini akan terus dilanjutkan oleh Pemerintah Desa demi meningkatkan perekonomian masyarakat desa sumber asri yang mayoritas bekerja sebagai petani durian. [owi/but]






