Ada dua Sambo yang menjadi episentrum perhatian publik pekan ini. Sambo pertama ialah Ferdy Sambo. Mantan kepala Divisi Propam Mabed Polri berbintang dua yang pekan ini dinyatakan bersalah membunuh Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, dan dijatuhi hukuman mati. Sambo kedua ialah Ustaz Ansufri Idrus Sambo, Sekretaris Majelis Syura Partai Ummat, partai besutan Amien Rais, yang pekan ini mengadakan rapat kerja nasional, dan secara resmi mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024.
Sama-sama Sambo dan sama-sama menjadi perhatian, tapi keduanya berbeda.
Sambo pertama bisa disebut sebagai ‘’the villain’’, si jahat, terpidana mati yang merencanakan pembunuhan terhadap anak buahnya sendiri, dan kemudian menyusun skenario untuk menghilangkan jejak pembunuhan.
Putri Chandrawati, istri Sambo, divonis 20 tahun, lebih berat dari tuntutan jaksa yang hanya 8 tahun. Putri Chandrawati terbukti memainkan peran besar dalam pembunuhan Yosua, dengan menyusun skenario palsu pelecehan seksual terhadap dirinya oleh Yosua.
Selain dua pemain utama itu, ada para pemain figuran. Ricky Rizal divonis 13 tahun penjara karena dianggap mengetahui rencana pembunuhan, dan mempunyai kesempatan untuk mencegah pembunuhan, tetapi tidak melakukannya. Vonis ini lebih berat dari tuntutan jaksa 8 tahun.
Figuran lain ialah Kuat Ma’ruf, sopir keluarga Sambo yang divonis 15 tahun, hampir dua kali lipat dari tuntutan jaksa 8 tahun. Kuat Ma’ruf terbukti memainkan peran penting dalam rencana pembunuhan, karena dia terlibat dalam skenario palsu yang disusun Putri Chandrawati.
Kuat Ma’ruf terkena ‘’pasal geregetan’’ oleh majelis hakim yang menilainya tidak sopan selama persidangan. Dalam beberapa kali persidangan, Kuat Ma’ruf terlihat cengengesan dengan melepas senyum lebar kepada pengunjung yang menyapanya.
Kuat Ma’ruf juga memberikan isyarat ‘’finger heart’’ ala drama Korea. Dua kali Kuat Ma’ruf melakukan aksi itu. Ketika hakim menjatuhkan vonis, Kuat Ma’ruf tidak terlihat menyesal.
Alih-alih ia menunjukkan gestur tiga jari jempol, telunjuk, dan kelingking yang dikenal sebagai salam metal.

Keputusan terhadap Sambo, Putri, dan ajudan itu disambut dengan suka cita oleh banyak pengunjung. Ibarat main bola, tiga keputusan itu seperti hattrick tiga gol tanpa balas.
Sejak awal publik melihat Sambo dan kawan-kawan bersalah dan menghendaki hukuman berat terhadap mereka. Seolah-olah mewakili emosi dan sentimen publik, majelis hakim pun menghukum berat Sambo dan gengnya.
Di antara para terdakwa itu, ada satu orang yang menjadi favorit publik. Dialah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, ajudan yang diperintah Sambo untuk mengeksekusi Yosua. Eliezer menjadi bintang selama persidangan. Ia mampu menarik simpati publik dengan sikapnya yang simpati, sopan, dan berterus terang.
Dalam sebuah persidangan, Eliezer mendatangi kedua orang tua Yosua lalu menyalami dan menciun tangan orang tua Yosua.
Eliezer dituntut 12 tahun oleh jaksa. Publik bereaksi keras karena menganggap tuntutan itu tidak adil. Eliezer sudah menjadi justice collaborator yang membongkar skenario sesat Sambo dan istri, tetapi dituntut paling berat dibanding figuran lainnya.
Majelis hakim akhirnya memvonis ringan Eliezer dengan hukuman 1,5 tahun. Publik lega. Justice has been done, keadilan sudah ditunaikan.
Apakah drama Sambo sudah final? Belum. Masih semifinal. Sambo masih bisa melakukan banding sampai ke tingkat kasasi, sampai UU KUHP yang baru berlaku pada 2026.
Jika keputusan inkrah baru terjadi pada tahun itu, berarti vonis mati Sambo akan ada embel-embel percobaan 10 tahun, sebagaimana aturan KUHP yang baru.
Itulah kisah Sambo the villain, dari panggung sidang PN Jakarta Selatan. Sambo seolah-olah menjadi public enemy number one, musuh nomor satu publik. Sambo tidak boleh lepas dari hukuman mati. Begitu perasaan publik.
Nun, di Asrama Haji Pondok Gede, ada kisah Sambo yang lain. Dialah Ustaz Ansufri Idrus Sambo yang selama ini dikenal sebagai guru spiritual Prabowo Subianto. Nama Prabowo disebut sebagai salah satu dari 3 nama bakal calon presiden yang dimunculkan pada rakernas Partai Ummat di Asrama Haji yang diikuti Ustaz Sambo.
Tiga nama itu adalah Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo, dan Prabowo Subianto. Anies yang hadir pada pertemuan itu menjadi favorit kuat, dan akhirnya dinobatkan sebagai pemenang. Gatot Nurmantyo, mantan panglima TNI, mempunyai hubungan baik dengan konstituen Partai Ummat, tetapi masih belum punya minat untuk maju sebagai calon presiden.

Prabowo Subianto mempunyai hubungan yang unik dengan Amien Rais dan Ustaz Sambo. Mungkin model hubungan ini bisa digambarkan sebagai ‘’love and hate relation’’, hubungan cinta sekaligus benci.
Dulu, pada pemilihan presiden 2019, Amien Rais bersama PAN (Partai Amanat Nasional) adalah pendukung fanatik Prabowo.
Amien Rais menjadi bagian dari inner circle Prabowo yang berkomunikasi intensif hotline selama 24 jam. Di antara inner circle itu , ada Ustaz Ansufri Sambo yang juga mendampingi Prabowo 24 jam.
Ustaz Sambo menjadi penasihat spiritual dan guru mengaji sejak Prabowo berada dalam ‘’pengungsian’’ di Yordania pasca Reformasi 1998.
Ketika itu Prabowo ‘’mengungsi’’ ke Yordania atas undangan sahabat baiknya, Pangeran Abdullah, yang sekarang menjadi Raja Yordania. Ketika itu Prabowo dikabarkan mendapatkan kewarganegaraan Yordania dari Raja Hussein. Kabar itu dibantah kubu Prabowo.
Pada pilpres 2019, pasangan Prabowo-Sandi didukung oleh koalisi partai-partai berbasis Islam, PAN dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera) bersama Partai Demokrat. Pasangan Prabowo-Sandi berusaha meraih suara dari kalangan muslim kanan.
Karena itu program kampanye Prabowo banyak difokuskan pada kegiatan keagamaan, misalnya gerakan subuh berjamaah.
Amien Rais dan Ustaz Sambo berada di balik program-program itu. Ustaz Sambo juga mempunyai hubungan sangat dekat dan sangat tawaduk kepada Amien Rais. Itulah sebabnya ketika Amien Rais mendirikan Partai Ummat–setelah didepak dari PAN—Ustaz Sambo diangkat sebagai sekretaris Majelis Syura mendampingi Amien Rais yang menjadi ketua Majelis Syura.
Kongsi Ustaz Sambo-Prabowo putus pasca-pilpres dan Prabowo masuk ke dalam kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Sementara Amien Rais tetap konsisten berada di kubu oposisi yang kritis terhadap pemerintahan Jokowi.
Ustaz Sambo memilih untuk meninggalkan Prabowo dan masuk ke gerbong Partai Ummat bersama Amien Rais.
Dalam jumpa pers setelah rakernas di Asrama Haji (15/2/2023) Amien Rais curhat mengenai hubungannya dengan Prabowo.
Menurut Amien, dia sudah mencoba mengontak Prabowo 3 bulan yang lalu, tetapi tidak ada respons. Amien kemudian menyindir Prabowo yang akan maju sebagai capres jika didukung oleh Jokowi. Padahal, kata Amien, kekuasaan tidak berada di tangan Jokowi, tetapi ada pada Allah SWT.
Sindiran ini menuNjukkan bahwa dua pihak sudah putus hubungan. Sebagai mantan inner circle tentu tidak sulit bagi Amien untuk menghubungi Prabowo. Apalagi, di kubu Prabowo ada juru bicara Dahnil Anzar Simanjuntak, mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, yang dulu ditempatkan di kubu Prabowo atas “rekomendasi’” Amien Rais.
Ustaz Sambo tentu juga masih mempunyai kontak dengan orang-orang dekat Prabowo. Tapi, kongsi memang sudah telanjur putus, dan kedua pihak sudah memilih berpisah jalan.
Kadang-kadang (atau sering-sering) dalam politik perlu ada aksi teatrikal supaya ada kesan dramatis. [ror/beq]
Dhimam Abror Djuraid, Doktor Ilmu Komunikasi Unpad Bandung, Wartawan Senior






