Kediri (beritajatim.com) – Di usia 17 tahun, Bintang Aura Ramadhani sudah membuktikan bahwa tekad, kerja keras, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkannya dari sekadar hobi menjadi atlet berprestasi di cabang olahraga Sambo dan Jujitsu. Remaja kelas XII SMA asal Kediri ini kini menjadi salah satu talenta muda yang diperhitungkan di dunia bela diri Jawa Timur.
Awalnya, Bintang tidak pernah membayangkan akan jatuh cinta pada bela diri. Ia justru memulai perjalanan olahraganya sebagai atlet badminton. Namun, rasa penasaran dan ketertarikannya terhadap teknik tendangan membuatnya beralih ke Jujitsu saat duduk di bangku sekolah dasar.
“Awalnya saya atlet badminton. Teman saya ikut Jujitsu, terus saya tertarik karena lihat teknik tendangannya keren. Akhirnya saya ikut latihan dari kelas 4 SD sampai sekarang,” kenangnya sambil tersenyum.
Perjalanan Bintang tidak mudah. Ia berlatih keras sejak usia dini dan baru mulai menorehkan prestasi saat duduk di bangku MTs. Kejuaraan pertamanya diraih saat mengikuti ajang Unesa Open Surabaya tahun 2022 dan berhasil meraih juara 3. “Kejuaraan pertama itu waktu di Unesa KJUO XVI 2022, mendapat juara 3. Tapi rasanya kurang, pengin lebih baik lagi,” ujarnya.
Semangatnya untuk terus berkembang membawanya mengenal cabang bela diri Sambo, olahraga asal Rusia yang memadukan teknik gulat dan judo. Ia mulai menekuninya saat SMA.
“Saya suka materi lemparan dan kuncian, seru banget. Yang menarik di Sambo itu kalau bisa unggul 8 poin, bisa langsung menang tanpa menunggu waktu selesai,” jelasnya antusias.
Hasil kerja kerasnya berbuah manis. Dalam waktu singkat, Bintang berhasil menembus ajang Porprov 2025 dan meraih medali perak di kelas 50 kg. Sebelumnya, ia juga menyabet medali emas pada Kejuaraan Jujitsu Mojokerto tahun 2023.
Namun, perjalanan menuju podium tidak selalu mulus. Bintang sempat menghadapi masa sulit setelah tampil di Porprov 2023 di Mojokerto.
“Itu momen paling berat. Tapi saya belajar dari kesalahan. Saya selalu termotivasi oleh mama dan ayah yang tidak pernah menyerah, juga dukungan pelatih yang sudah membawa saya sejauh ini,” ucapnya penuh syukur.
Bintang memegang teguh prinsip hidup yang sederhana tapi kuat: tidak takut gagal, percaya diri, dan selalu rendah hati. “Yang pasti bagi saya never give up, fokus pada proses bukan hasil, jangan takut gagal, harus bisa mengontrol diri, konsisten, dan tetap berpikir positif. Saya masih harus terus belajar dan selalu be grateful,” katanya.
Kini, Bintang tengah fokus menyiapkan diri menghadapi dua tantangan besar dalam hidupnya: menyelesaikan pendidikan SMA dan mempersiapkan diri untuk Porprov 2027 serta PON mendatang. Dengan semangat yang tak pernah padam, Bintang menjadi inspirasi bagi generasi muda Kediri bahwa prestasi besar selalu dimulai dari langkah kecil dan tekad yang kuat. [nm/aje]






