Malang (beritajatim.com) – Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) menghelat interest series 3 di Hall Abdurrahman Wahid lantai 7. Acara ini dimaksudkan untuk membekali mahasiswa agar menjadi entrepreneur berpengetahuan global.
Interest series 3 mengusung tema ‘A Guide to Thinking Big as an Entrepreneur in the Digital Era’ pada Kamis 5 Oktober 2023 lalu. Ada dua pemateri yang dihadirkan, yaitu Dr. Siti Amaliya senior lecture di Universiti Malaysia Kelantan dan Ahmad Luthfi, S.Hum managing director di talent hub.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 650 mahasiswa FEB Unisma, jajaran pimpinan, dan dosen. Dekan FEB Unisma, Nur Diana S.E.,M.Si., memberi apresiasi terhadap HMJM karena setiap tahun mengadakan acara ini. Fokus tema terhadap entrepreneurship menjadikan kegiatan ini selaras dengan milestone kampus berupa entrepreneur University.
“Dalam konteks global entrepreneur begitu diperlukan dalam mendukung perekonomian, apalagi Indonesia jumlah entrepreneur sangat terbatas bahkan belum mencapai 4 %. Untuk itu, dalam konteks global perlu memperhatikan berbagai aspek yang mendukung pertumbuhan entrepreneur,” ujar Diana melalui keterangan tertulis, Senin (9/10/2023).
Dekan melanjutkan, aspek yang mendukung pertumbuhan entrepreneur, diantaranya internasionalisasi, pertumbuhan, penerimaan risiko, penyerapan teknologi, modal risiko, modal insani, dukungan kultural, dan jejaring. Selain itu tidak kalah penting juga melihat peluang, startup, kompetensi, keahlian startup, inovasi produk, dan persepsi terhadap peluang.
Diana berharap dengan kegiatan ini dapat memberi insight baru dari narasumber yang berasal dari kalangan praktisi dan peneliti berkaitan entrepreneurship di Malaysia. Acara ini bermanfaat untuk seluruh mahasiswa.
“Selain itu juga dapat meningkatkan mutu kampus. Acara ini dapat meningkatkan skill berwirausaha bagi seluruh mahasiswa FEB Unisma,” ungkap dekan.

Ahmad Luthfi, S.hum yang juga staf ahli Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia menjelaskan tentang cara membangun integritas bisnis. Menurutnya, dalam bisnis diperlukan terus melakukan perbaikan kualitas produk atau layanan agar mendapatkan feedback. Feedback menjadi faktor penting dalam berwirausaha.
“Dalam melakukan sebuah bisnis kita dapat melakukan empati map. Kita juga harus berkolaborasi dengan 3 peran, yaitu hipster, hustler, hacker. Ketiga peran ini harus saling berkoordinasi dalam suatu tujuan agar dapat memaksimalkan kemampuan pekerjaan,” ujar pria yang juga pernah menjadi hubungan investor, kerjasama Ahimsa, Jakarta, Indonesia dari 2020 sampai sekarang.
Pemateri selanjutnya, Siti Amaliya, yang juga pemegang Certificate of completion Programmer Global Online Workforce (GLOW) on 2023 organized by Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) menjelaskan think big in digital era. Sebagai entrepreneur harus menjadi seseorang yang positif dari segala hal.
“Selain itu harus memiliki mindset yang kreatif dan punya kemampuan komunikasi persuasif. Kegagalan adalah hal yang paling membantu dalam berwirausaha,” ujar perempuan pemegang Certified of Micro-credentials “Championing Leadership” ODL Mode and Grade A under Universiti Putra Malaysia 2023 ini.
Di samping itu, Siti Amaliya berpesan tentang attitude yang positif dapat berpengaruh dalam berwirausaha. Orang yang positif terlihat menantang jalan untuk meningkatkan dan mempelajari sesuatu.
BACA JUGA:
Unisma Berdzikir Dihadiri Ribuan Jamaah Majelis Al-Khidmah
“Jadi seseorang harus mencoba untuk fokus pada skill tersebut kemudian untuk cara meningkatkan attitude yang positif untuk bisnis yaitu dengan cara fokus terhadap apa yang mampu dikuasai. Harus ada alasan memiliki mindset yang kreatif sangat penting bagi entrepreneur,” tutup Siti Amaliya.
Yeni Irawati selaku ketua HMJM FEB Unisma dan ketua pelaksana interest 2023 Dewanty Rohmatulloh menyampaikan apresiasi atas dukungan jajaran dekanat dan dosen. Mereka juga berterimakasih kepada seluruh panitia interest series 3 dan peserta yang hadir saat acara. [dan/but]






