Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang (FEB Unisma) kembali mengadakan program Inbound Mobility Student and Lecturer dengan Fakultas Entrepreneurship & Business Universiti Malaysia Kelantan (UMK). Terdapat 15 mahasiswa dan dosen Universiti Malaysia Kelantan yang hadir di ruang pertemuan lantai 7 gedung Usman Bin Affan Unisma.
Rombongan UMK berlangsung selama seminggu 10 – 17 Desember 2023. Ada berbagai program internasional yang dilakukan, seperti visiting industry, international community service, conference, visiting scholar, visiting lecturer, class meeting, performance culture, thesis examiner, design kurikulum dan gala dinner.
Dekan FEB Unisma, Nur Diana, S.E., M.Si CBV CERA menyampaikan bahwa inbound mobility ini sebagai salah satu upaya kedua belah pihak untuk saling mempererat hubungan antar universitas. Selain itu untuk memberi wawasan global di bidang entrepreneurship, business dan pengembangan lembaga.
“Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa dan dosen UMK Malaysia selama seminggu untuk mengikuti berbagai program internasional yang telah diplanning 3 bulan sebelumnya. FEB Unisma merupakan kampus terbaik yang masuk 100 besar Perguruan Tinggi terbaik di Indonesia, sudah terakreditasi unggul dal LAMEMBA dan terakreditasi Internasional FIBAA Jerman,” ujar Diana.

Dengan berbagai program internasional yang melibatkan berbagai mitra internasional menjadikan pencapaian prestasi dan recognized internasional yang diraih FEB Unisma. Kegiatan inbound mobility program student bersama UMK ini merupakan kegiatan keempat setelah akhir Februari 2020 diadakan program serupa untuk peningkatan kinerja kedua lembaga.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan berbagai program kerjasama dalam joint research, kurikulum, join conference dan lain-lain. Saat ini FEB Unisma menjalankan milestone Entrepreneur University sehingga kolaborasi program peningkatan bidang entrepreneur tampaknya selaras dengan visi dan misi kedua lembaga ini.
“Harapan kita ke depan kerja sama ini akan terus ditingkatkan dalam skema kerja sama akademik yang lebih luas, seperti program dual degree yang segera dijalankan pada tahun 2024,” ungkap Diana.
Adapun poin kerjasama yang sudah disepakati antara FEB Unisma dan UMK berupa collaborative research para dosen, pertukaran dosen, dan berbagai kegiatan keilmuan lain yang mendukung FEB Unisma jadi salah satu universitas unggul skala internasional. Selanjutnya, Dekan FEB Unisma menyampaikan pihaknya berkomitmen untuk menjadikan kemampuan soft skill mahasiswa sebagai kompetensi utama yang dipetakan menjadi 4 kategori.
“Academic knowledge, communication skill, management skill dan skill of thinking. Jadi Anda tidak hanya akan memperoleh hard skill tapi juga soft skill untuk kesuksesannya di masa depan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan pertukaran pelajar ini ia berharap dapat makin memperkaya pengalaman akademik mahasiswa agar terbiasa dengan budaya dan lingkungan sosial yang beragam, sehingga terlatih menjadi masyarakat inklusif dan multikulturalistik.
International Inbound Mobility Program yang digelar FEB UNISMA ini digelar kegiatan yang bertema Establishing International Collaboration to Generate World Class Entrepreneurs dibuka oleh Dekan FEB Universitas Islam Malang.
Sementara itu Dari Pihak UMK Malaysia, Dr Zulfaris mengapresiasi setinggi-tingginya untuk FEB Unisma yang sudah merancang berbagai kegiatan inovatif selama program dan hospitality yang sangat istimewa telah diberikan bagi mahasiswa dan dosen.
“Ke depan kami menunggu kunjungan balasan dari mahasiswa dan dosen FEB Unisma untuk hadir di UMK Malaysia untuk menjalankan program yang sama,” ungkap Zulfaris. [dan/beq]






