Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) membuka gelaran “Sustain Bazaar 2026: Management Entrepreneur Days” di Lantai F2 Transmart Malang, Senin (4/5/2026). Melalui ajang ini, sebanyak 309 mahasiswa ditantang terjun langsung ke lapangan untuk mempraktikkan manajemen bisnis.
Ketua Pelaksana Management Entrepreneur Days, Abdurrahman Hakim, SE., MBA., CPHR., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari laboratorium kewirausahaan yang dirancang untuk memberikan pengalaman nyata. Ia menekankan bahwa kompetensi bisnis tidak dapat dibentuk hanya melalui teori di dalam kelas, melainkan harus melalui praktik langsung di ekosistem ritel.

”Konsepnya adalah memberikan experience langsung kepada mahasiswa. Kewirausahaan itu tidak bisa hanya di dalam kelas, tapi harus praktik. Karena bisnis itu bukan di atas kertas, tapi di lapangan,” ujar Abdurrahman saat memberikan keterangan di sela pembukaan.
Lebih lanjut, Abdurrahman menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Transmart merupakan langkah strategis mengingat sebagian besar area tersebut kini dikerjasamakan dengan Universitas Brawijaya. Ia tidak menampik bahwa adanya rumor mengenai penutupan gerai ritel modern menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kampus untuk membuktikan bahwa kreativitas mahasiswa mampu menarik minat publik kembali.
”Rumornya Transmart tutup dan sebagainya, ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk kembali meramaikan. Harapannya mahasiswa punya pengalaman asli, sehingga mereka terbentur, terbentur, dan akhirnya terbentuk,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung selama 28 hari hingga 31 Mei 2026 ini diikuti oleh total hampir 500 orang, mencakup mahasiswa pengelola 42 stan, pelaku UMKM, hingga perwakilan NGO. Produk yang ditawarkan mengusung tema sustainability (keberlanjutan) dengan prinsip green economy.
Mahasiswa diwajibkan meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai dan mengoptimalkan sistem kemitraan untuk menekan risiko kerugian modal di awal.Selain bazar produk, rangkaian acara ini juga dimeriahkan dengan talkshow finansial bertajuk “Mengatur Uang Ala Gen-Z” bersama Accurate.id.
Ada juga sesi musik langsung, serta deklarasi komitmen keberlanjutan. Untuk menarik pengunjung, FEB UB juga menyediakan fasilitas working space di area bazar yang dapat digunakan masyarakat umum dan mahasiswa untuk mengerjakan tugas maupun bimbingan skripsi.
Dukungan senada disampaikan oleh Business Head PT Trans Retail Indonesia, La Syahrin. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen membantu mahasiswa dalam hal pengaturan produk hingga strategi promosi di media sosial. Menurutnya, keberanian mengeksekusi ide adalah langkah paling krusial bagi pebisnis pemula.
”Bisnis itu ide sangat banyak, tapi dengan teman-teman mengeksekusi secara langsung hari ini, itu adalah langkah cepat dari pebisnis baru. Kami akan bantu dalam hal setting dan kerja sama untuk aktivitas sosial media bersama-sama,” ungkap La Syahrin.
Sementara itu, Kepala Departemen Manajemen FEB UB, Dr. Nanang Suryadi, SE., M.M., berharap kolaborasi antara akademisi dan pusat bisnis ini dapat memberikan dampak domino bagi kunjungan konsumen di Malang. Ia mendorong mahasiswa untuk terus menawarkan ide-ide brilian dan kreatif agar pusat perbelanjaan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga pusat aktivitas publik.
”Saya harapkan mahasiswa memiliki fitur-fitur brilian yang bisa menawarkan sesuatu yang kreatif dan mendatangkan banyak orang. Jika Transmart memberikan tempat bagi mahasiswa, maka lokasi ini akan menjadi pemenang di Malang,” pungkas Nanang. (dan/but)






