Surabaya (beritajatim.com) – Lembaga pendidikan penerbangan Angkasa Avia terus melakukan pembaruan sistem pendidikan seiring perkembangan kebutuhan industri penerbangan. Memasuki usia ke-17 tahun, Angkasa Avia resmi memasukkan kurikulum olahraga dan ketahanan fisik sebagai materi wajib bagi seluruh siswa.
CEO Angkasa Avia, Hj. Endri Haryati, S.E., M.M., mengatakan langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap tingginya tuntutan fisik dan mental di industri penerbangan maupun maskapai komersial.
Kurikulum tersebut dirancang untuk membekali para siswa dengan kesiapan fisik dan mental sebelum terjun ke dunia kerja, mengingat aktivitas di lingkungan bandara dan maskapai memiliki mobilitas yang tinggi.
“Bekerja di maskapai atau di bandara itu membutuhkan stamina yang kuat dan mental yang sehat. Salah satu metode untuk memastikan keberhasilan dan kesiapan siswa adalah melalui pelatihan olahraga ini,” ujarnya saat ditemui di Surabaya, Jumat (26/6/2026).
Endri menjelaskan, pelatihan fisik tidak hanya diberikan di dalam kelas, tetapi juga diterapkan langsung melalui kegiatan lapangan. Para siswa Angkasa Avia secara rutin menjalani latihan olahraga di fasilitas Lapangan KONI Surabaya serta mengikuti sesi berenang.
Materi ketahanan fisik dan mental tersebut diwajibkan bagi seluruh peserta didik pada empat program studi utama Angkasa Avia, yakni Pramugari (Flight Attendant), Airline Staff, Dangerous Goods, dan Aviation Security.
“Jadi selain fokus pada kesehatan fisik, Angkasa Avia juga melakukan inovasi dengan menambah program Hospitality. Program ini dihadirkan sebagai jaminan alternatif karir agar para lulusan tetap memiliki daya saing tinggi dan bisa terserap di industri pariwisata lain jika belum berkesempatan bergabung di dunia penerbangan,” imbuhnya.
Selain memperkuat aspek fisik dan mental, Angkasa Avia juga memastikan seluruh program studinya memenuhi standar nasional karena telah mengantongi lisensi resmi dari Kementerian Perhubungan.
Khusus program Pramugari, Angkasa Avia telah menjalin kerja sama dengan NAM Training Center di Jakarta untuk pelaksanaan pelatihan Cabin Emergency Training (CET). Melalui kerja sama tersebut, para siswa akan memperoleh Sertifikat 142 resmi dari Kementerian Perhubungan sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja. (way/kun)






