Madinah (beritajatim.com) – Jemaah haji Indonesia yang mendarat di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah kini dapat menikmati kenyamanan ekstra di Hajj Pavilion (Keong) sebelum bertolak menuju hotel pemondokan.
Ruang tunggu transit ini dirancang untuk memberikan waktu istirahat sekitar 20 menit bagi jemaah kategori non-fast track guna memulihkan kondisi fisik pasca-penerbangan panjang, sembari menunggu jadwal keberangkatan bus yang telah tersinkronisasi dengan sistem rombongan.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Haji Center (MHC) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, terdapat total enam paviliun yang disiagakan di area bandara. Fasilitas ini menjadi garda terdepan dalam menyambut tamu Allah, termasuk ribuan jemaah asal Embarkasi Surabaya (SUB) yang tiba di tengah suhu udara Madinah yang menyengat.
Berikut adalah 7 fasilitas utama yang tersedia di Hajj Pavilion Bandara Madinah:
1. Pendingin Ruangan (AC) Sentral
Meskipun suhu di luar ruangan sering kali mencapai angka ekstrem, kondisi di dalam Hajj Pavilion tetap sejuk dan segar. Hal ini berkat penempatan sejumlah pendingin udara di berbagai sudut ruangan yang menawarkan kenyamanan maksimal bagi jemaah yang baru saja menempuh perjalanan udara belasan jam.
2. Fasilitas Air Minum Gratis
Jemaah tidak perlu khawatir akan dehidrasi karena tersedia fasilitas air minum yang dapat diakses langsung melalui keran khusus. Di bagian samping tempat penampung air, disediakan gelas sekali pakai sehingga jemaah bisa segera melepas dahaga tanpa harus membuka koper kabin mereka.
3. Toilet Luas dan Terpisah
Sanitasi menjadi perhatian utama dengan tersedianya toilet pria dan wanita yang letaknya terpisah. Setiap toilet memiliki kapasitas sekitar 10 ruangan, sehingga jemaah tidak perlu mengantre lama. Fasilitas ini juga dilengkapi wastafel dan sabun pembersih untuk menjaga higienitas jemaah sebelum menuju hotel.
4. Mushala yang Representatif
Bagi jemaah yang ingin segera menunaikan salat wajib atau sekadar bersujud syukur setibanya di tanah suci, tersedia fasilitas mushala di dalam paviliun. Area ibadah ini dilengkapi dengan karpet yang nyaman serta peralatan shalat yang terjaga kebersihannya.
5. Medical Clinic (Klinik Medis)
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyiagakan fasilitas klinik medis khusus di Paviliun 2. Ruangan ini berisi sejumlah alat kesehatan darurat yang dapat digunakan bagi jemaah dengan kondisi mendesak atau yang mengalami kelelahan hebat selama masa tunggu di bandara.
6. Mesin Kopi dan Makanan Ringan
Untuk jemaah yang merasa lapar atau mengantuk, tersedia fasilitas mesin kopi otomatis dan mesin penjual makanan ringan (*vending machine*) yang terletak strategis di samping area toilet. Fasilitas ini membantu jemaah mendapatkan asupan energi tambahan secara mandiri dengan cepat.
7. Tempat Duduk Ergonomis
Sebagai ruang tunggu utama, Hajj Pavilion dipenuhi dengan deretan kursi yang nyaman untuk digunakan jemaah menanti waktu naik ke atas bus. Penataan kursi ini juga memudahkan petugas PPIH dalam melakukan penghitungan ulang manifes rombongan sesuai dengan sistem digital Kartu Nusuk.
Layanan di paviliun ini merupakan bagian dari transformasi layanan haji 2026 yang mengedepankan efisiensi dan keramahan bagi jemaah, khususnya lansia. Dengan waktu transit yang relatif singkat namun padat fasilitas, jemaah diharapkan dapat memulai rangkaian ibadah di Kota Madinah dalam kondisi fisik yang prima. [ian/kun]






