Ringkasan Berita
- Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo menyalurkan beasiswa kepada kader IPNU dan IPPNU.
- Program ditujukan untuk mendukung pendidikan tinggi dan kaderisasi NU.
- Satu mahasiswa pascasarjana dan lima mahasiswa sarjana menerima bantuan pendidikan.
- Wakil Wali Kota Kediri berharap penerima beasiswa kelak memberi kontribusi bagi NU dan masyarakat.
Kediri (beritajatim.com) – Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo menyalurkan beasiswa pendidikan kepada kader muda Nahdlatul Ulama (NU) dari unsur Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) di Kota Kediri. Penyerahan bantuan dilakukan dalam kegiatan silaturahmi dan temu alumni yang digelar di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Kediri, Minggu (28/6/2026).
Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari komitmen yayasan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung keberlanjutan kaderisasi di lingkungan Nahdlatul Ulama melalui akses pendidikan tinggi.
Ketua Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo, Achmad Sidiq, mengatakan yayasan lahir dari semangat para kader NU yang ingin terus berkontribusi bagi organisasi, umat, dan masyarakat melalui bidang sosial serta pendidikan.
“Kami berasal dari rahim kader NU, sehingga kami memiliki tanggung jawab moral untuk turut menyiapkan generasi penerus yang unggul, berilmu, dan berdaya saing,” katanya.
Menurut Sidiq, beasiswa yang diberikan bukan sekadar bantuan finansial, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan kader-kader NU yang kelak mampu menjadi pemimpin, akademisi, maupun profesional di berbagai bidang.
“Langkah ini juga sebagai upaya penggerak masyarakat yang berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.
Ia menambahkan, Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo akan terus mengembangkan berbagai program sosial dan pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat peran kader NU dalam menghadapi tantangan zaman.
Melalui program tersebut, yayasan berharap semakin banyak kader NU memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.
Gus Qowim: Pendidikan Menjadi Jalan Mengangkat Derajat
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, yang pernah menjadi pembina IPNU dan IPPNU, mengapresiasi kepedulian para alumni yang menghimpun dukungan untuk membantu adik-adik mereka melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa kaderisasi tidak berhenti setelah seseorang selesai berorganisasi, tetapi terus berlanjut melalui kepedulian terhadap generasi berikutnya.
“Alhamdulillah teman-teman yang dulu kami bina sekarang sudah banyak diterima di tengah masyarakat. Mereka memiliki kepedulian, kemudian berinisiatif memberikan beasiswa kepada adik-adiknya agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Gus Qowim berharap para penerima beasiswa kelak mampu memberikan manfaat bagi Nahdlatul Ulama, masyarakat, maupun daerah tempat mereka mengabdi.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dibangun melalui penguatan karakter sekaligus pendidikan.
“Mengangkat derajat itu ada dua jalannya. Pertama memiliki keimanan yang kuat, mental yang kuat, pantang menyerah. Kedua adalah ilmu. Karena itu kami berharap kader-kader yang menerima beasiswa ini nantinya mampu memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Menurutnya, program beasiswa tersebut merupakan langkah awal yang diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang pada masa mendatang.
Enam Kader Menerima Beasiswa
Dalam penyaluran perdana ini, Yayasan Bismillah Djoyo Mulyo memberikan bantuan pendidikan kepada enam penerima.
Satu mahasiswa jenjang pascasarjana menerima beasiswa sebesar Rp2.500.000, sedangkan lima mahasiswa jenjang sarjana masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp2.000.000.
Program ini menjadi bagian dari komitmen yayasan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mencetak kader NU yang memiliki semangat belajar, jiwa kepemimpinan, dan dedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi antara alumni, organisasi kepemudaan, dan yayasan, diharapkan lahir lebih banyak kader muda yang mampu melanjutkan estafet perjuangan Nahdlatul Ulama serta berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa. [nm/but]

as a preferred source on Google




