Malang (beritajatim.com) – Dengan brand Kapiten Nusantara, membawa produk kopi soda dalam kemasan buatan Pondok Pesantren An-Nur 2 Al Murtadlo Bululawang, Kabupaten Malang, berhasil menembus pangsa pasar di Negara Jiran, Malaysia.
Ekspor 1.800 kaleng minuman Kopi bersoda merek Kapiten itu, diberangkatkan Pengasuh Ponpes An-Nur 2 Al Murtadlo Bululawang, Jumat (21/7/2023) sore ini menuju Malaysia.
“Kegiatan ekspor ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Kapiten Nusantara untuk industri dalam negeri agar bisa bersaing di ranah internasional. Serta memperluas jaringan kami,” ungkap Aji Pramono, Pemilik Brand Kapiten Nusantara, Jumat (21/7/2023) usai mengekspor 1.800 kaleng kopi kemasan.
Aji menegaskan, bahwa Kapiten Nusantara sudah lama ingin melakukan ekspor, namun selama ini banyak dinamika yang harus dilalui hingga akhirnya berhasil untuk melakukan ekspor perdana sore ini. Aji sangat mengapresiasi bantuan pemerintah terhadap Kapiten Nusantara hingga kegiatan ini dapat tercapai.
Senada dengan Aji, H.Maruf Mubarok selaku salah satu Pimpinan Kapiten Nusantara dan juga Perwakilan Pondok Pesantren An-nur 2 Malang, mengaku senang karena Kapiten Nusantara sebagai minuman asli Malang, dapat memperluas pangsanya hingga ke Negeri Jiran.
“Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah karena telah mendukung Kapiten Nusantara hingga bisa sampai di titik ini. Terimakasih banyak sudah selalu percaya dan mendukung kami. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik bagi Kapiten Nusantara dikenal di seluruh dunia,” tegas Gus Ma’ruf.
Pelepasan kegiatan ekspor yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-nur 2 Al Murtadlo Malang ini, juga bukan tanpa alasan. Menurut Gus Ma’ruf, selama ini Pondok Pesantren An-nur 2 Malang selain dikenal mampu mencetak santri berkualitas, juga turut berkontribusi terhadap kemajuan UMKM di Jawa Timur.
Gus Ma’ruf menerangjan, bentuk kontribusi yang diberikan juga berupa dukungan terhadap program OPOP Jawa Timur. Dimana program ini adalah, program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan alumni pondok pesantren.
“Kami selalu percaya bahwa pondok pesantren juga mampu turut berkontribusi terhadap kemajuan UMKM lokal. Harapannya tidak hanya An-nur 2 Al Murtadlo Malang saja, tapi seluruh pondok pesantren di Malang Raya bisa turut memberikan sumbangsih bagi UMKM,” tuturnya.
Selain pangsa pasar di Indonesia, sambung Gus Ma’ruf, Kopi Kapiten Nusantara sudah dikenal luas masyarakat. Harga satu kaleng Kopi hanya dijual Rp 15 ribu. Seluruh proses produksi sejak tahun 2015 lalu, dikerjakan oleh Alumni dan Santri aktif di Ponpes An-Nur 2 Al Murtadlo Malang.
“Ada 25 santri dan alumni yang kita libatkan dalam proses produksinya. Dalam satu bulan, kami mampu memproduksi 40 ribu kaleng kopi Kapiten. Dimana produksi kopi Kapiten juga dilaksanakan di Pondok An-Nur 2, jadi memang kami betul-betul support,” pungkas Gus Ma’ruf. (yog/kun)
BACA JUGA:






