Banyuwangi (beritajatim.com) – Sejumlah pedagang yang berjualan di sekitar Pantai Marina Boom, mengaku merasakan peningkatan jumlah pembeli selama rangkaian Gandrung Sewu berlangsung pada 22–24 Oktober 2026.
Salah satunya Panut, pedagang es jeruk peras yang berjualan di sekitar lokasi acara. Ia mengaku pendapatannya meningkat dibandingkan hari biasa.
Jika biasanya memperoleh sekitar Rp200 ribu per hari, selama Gandrung Sewu terlaksana pendapatannya meroket hingga mencapai Rp1 juta per hari.
“Alhamdulillah, tiga hari ini jualan saya tambah ramai. Kalau tidak ada festival, sehari biasanya hanya dapat Rp200 ribu. Tapi selama Gandrung Sewu, pendapatan saya tembus Rp1 juta per hari,” kata dia.
Hal serupa disampaikan Deny, pemilik usaha konveksi Osing Story yang menyebut penjualan kausnya selama rangkaian Gandrung Sewu mencapai rata-rata 300 potong per hari, dibandingkan hari biasa sekitar 100 potong per hari pada kondisi biasa.
Deny mengapresiasi penyelenggaraan berbagai agenda wisata di Banyuwangi yang dinilainya dapat mendatangkan pengunjung sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku usaha lokal. “Kalau bisa setiap bulan ada event. Supaya dagangan kami bisa laris terus,” ujarnya.
Tidak hanya pedagang di lokasi Gandrung Sewu, pedagang lain juga mengaku kecipratan rejeki. Seperti yang dirasakan Guntur, pedagang mie di kawasan Brawijaya. Dia mengaku setiap ada event dia selalu menyiapkan porsi lebih untuk berjualan.
“Saya sudah antisipasi siapkan porsi lebih jualan. Seperti Gandung Gandrung Sewu malam bikin pemasukan saya naek 2 kali lipat. Lumayan dua hari naik tajam,” kata Guntur.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, penyelenggaraan event budaya seperti Gandrung Sewu merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan perekonomian daerah. Dampak kegiatan pariwisata diharapkan tidak hanya dirasakan sektor wisata, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat di sekitarnya.
“Tujuan utama kita tidak hanya memperkenalkan Banyuwangi, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor agar manfaat dari pertumbuhan pariwisata bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Ipuk.
Ipuk menambahkan, pengembangan pariwisata berbasis event akan terus didorong agar kekayaan budaya Banyuwangi tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis event agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tandasnya. [arl/ian]






