Pasuruan (beritajatim.com) – Kota Pasuruan masih kekurangan SMA (Sekolah Menengah Atas). Hal itu diungkapkan oleh Anggota komisi III DPRD Kota Pasuruan, Ismu Hardianto. Wilayah yang kekurangan SMA adalah di Kecamatan Bugul Kidul.
Di Kecamatan tersebut tidak ada SMA, baik swasta maupu n negeri). Sehingga banyak murid di Kecamatan Bugul Kidul harus sekolah di tempat lain, yang notabene di luar zonasi.
“Sekarang ini sistemnya zonasi. Sehingga PPDB kemarin banyak siswa yang mendaftar di luar wilayah Bugul Kidul. Mereka kesulitan masuk ke sekolah negeri yang menggunakan sistem zonasi,” jelas Ismu.
BACA JUGA:
Portal Elektronik di Pasar Kebonagung Kota Pasuruan Terancam Mangkrak
Dalam sistem PPDB saat ini, tidak dilihat dari berapa nilai siswa. Namun masuknya sekolah negeri menggunakan pendekatan rumah siswa dengan sekolah. Nag, saat ini Pemkot Pasuruan sedang mengajukan proposal kepada pemerintah provinsi untuk membangun sekolah.
Sehingga, lanjut Ismu yang juga politisi PKS ini, akan terus mengawal terkait penambahan sekolah di Kecamatan Bugul Kidul. Diketahui saat ini terdapat empat SMA Negeri di Kota Pasuruan. Sedangkan SMK Negeri hanya ada dua unit. [ada/suf]






