Jember (beritajatim.com) – Widarto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengingatkan agar upaya pemenuhan target PAD (Pendapatan Asli Daerah) di sektor kesehatan tiidak menyusahkan masyarakat.
Data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember menunjukkan Rp 513,7 miliar dari Rp 1,072 triliun PAD Jember berasal dari BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), terutama tiga rumah sakit daerah.
“Ini ditopang program UHC (Universal Health Coverage) Prioritas. Ketika UHC Prioritas dijalankan, orang tidak takut lagi berobat ke rumah sakit dan rumah sakit memperoleh pendapatan dari klaim kepada BPJS Kesehatan,” kata Widarto.
UHC Prioritas memang memudahkan semua warga Jember untuk berobat ke rumah sakit. “Tapi jangan sampai karena mengejar pendapatan di rumah sakit-rumah sakit milik pemerintah, lalu kemudian menyulitkan pasien,” kata Widarto.
“Orang yang selama ini punya langganan dokter di rumah sakit swasta, lalu ‘dipaksa’ oleh puskesmas untuk dirujuk ke rumah sakit pemerintah karena mengejar pendapatan, saya pikir jangan dilakukan,” kata Widarto.
Widarto meminta masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih tempat layanan keehatan. “Saya yakin masyarakat tahu bahwa pelayanan di rumah sakit daerah kita sudah bagus. Maka tidak perlu pasien dipaksakan untuk dirujuk harus ke rumah sakit pemerintah,” katanya. [wir]






