Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Jawa Timur melakukan audiensi penting dengan Gubernur Jawa Timur di Gedung Grahadi, Surabaya. Pertemuan ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan sektor properti dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya sektor perumahan dan program sosial.
Dalam audiensi tersebut, DPD REI Jawa Timur, yang dipimpin oleh Ketua DPD REI Jatim beserta jajaran pengurus, menyampaikan sejumlah usulan strategis. Salah satu poin utama yang dibahas adalah implementasi Program 3 Juta Rumah. REI Jatim menekankan perlunya kejelasan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) program tersebut, agar para pengembang dapat berkontribusi secara optimal dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat Jawa Timur.
Selain itu, pertemuan ini juga menyoroti program Corporate Social Responsibility (CSR) “Zakat Produktif”, yang merupakan inisiatif unggulan Gubernur Jawa Timur. Program ini diharapkan dapat berkembang lebih luas dengan dukungan sektor properti, sehingga zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dalam memberdayakan ekonomi masyarakat.
Gubernur Jawa Timur, yang didampingi oleh jajaran Pemprov Jatim, menyambut baik masukan dari REI Jatim dan menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kolaborasi dengan para pengembang. “Sinergi antara pemerintah dan sektor properti sangat penting untuk memastikan pembangunan perumahan berjalan sesuai target, serta menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat melalui program sosial yang berkelanjutan,” ujar Gubernur.
Mochamad Ilyas, Ketua DPD REI Jawa Timur, menyampaikan harapannya agar sinergi antara REI Jawa Timur dan pemerintah provinsi terus terjalin dengan baik, terutama dalam mendukung sektor properti.
“Kami berharap, melalui audiensi ini, komunikasi antara Pemprov Jatim dan DPD REI Jatim semakin erat, sehingga dapat menghasilkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor properti sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur,” kata Mochamad Ilyas.
Ada pun hasil dari pertemuan membahas banyak hal diantaranya, implementasi Program 3 Juta Rumah dimana REI Jatim menekankan pentingnya kejelasan Juklak dan Juknis. Sehingga mampu mengozptimalisasi kontribusi pengembang dalam menyediakan hunian terjangkau.
Fokus lainnya Program CSR “Zakat Produktif” yang merupakan program inisiatif unggulan Gubernur Jatim yang diharapkan berkembang dengan dukungan sektor properti. Serta penguatan sinergi pemerintah dan sektor properti sehingga pembangunan perumahan sesuai target dan penciptaan kesejahteraan masyarakat.
Audiensi ini menandai langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta di Jawa Timur. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan sektor properti dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.[rea]






