Surabaya (beritajatim.com) – Dosen Ilmu Politik FISIP Unair Fahrul Muzaqqi menilai pemilih pemula dalam Pemilu 2024 mendatang merupakan bagian penting. Mereka menjadi pemula mempraktikkan demokrasi, khususnya demokrasi elektoral.
Selain itu, pemilih pemula juga diketahui memegang peranan yang sangat besar dalam Pemilu 2024, yakni sekitar 60 hingga 70% adalah pemilih pemula atau pemilih kedua.
Fahrul menggarisbawahi bahwa hal yang terpenting adalah bagaimana niat dan kepedulian dari para pemilih pemula terhadap pelaksanaan Pemilu 2024. Dengan begitu, pemilih pemula ke depannya akan mampu memberikan angin segar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia menyampaikan, minat dan perhatian para pemilih pemula merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan oleh para kandidat yang mencalonkan diri pada Pemilu 2024.
“Para kandidat diharuskan untuk memutar otak guna menarik minat dan perhatian para pemilih pemula dengan menawarkan sesuatu yang menarik dalam hal positif,” kata Fahrul, Rabu (7/6/2023).
Fahrul berharap, penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang dapat memberikan iklim yang sehat. Artinya, tidak mengarah pada praktik SARA dan diskriminasi. Menurutnya, hal itu tentu membutuhkan peran serta dari pihak lain, seperti media dan institusi pendidikan.
BACA JUGA:
Pembangunan Tower Vokasi Unair di Gresik Siap Digarap
“Politik itu memang sesuatu yang tidak selalu sesuai dengan harapan. Namun, ketika kita tidak peduli dengan politik, justru kita yang dipolitisi. Maka, kepedulian kita sangat menentukan jalannya demokrasi, jangan sampai kita hanya menjadi objek politik melainkan harus menjadi subjek politik,” tandasnya. [ipl/kun]






