Malang (beritajatim.com) – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) Universitas Brawijaya (UB) berhasil menciptakan inovasi yang dapat mempercepat kolaborasi riset di kalangan akademisi.
Platform bernama ExpertLink hadir sebagai solusi atas berbagai hambatan yang kerap memperlambat laju inovasi, seperti kesulitan menemukan peneliti dengan keahlian spesifik, rendahnya visibilitas akademik, dan keterbatasan akses ke industri serta sumber pendanaan. Dengan kecerdasan buatan (AI) yang disematkan pada platform ini, ExpertLink menawarkan efisiensi tinggi dalam menjembatani kolaborasi antar peneliti.
Menurut Rizal Setya Perdana, S.Kom., M.Kom., Ph.D., salah satu anggota tim pengembang, fitur unggulan ExpertLink terletak pada kemampuan AI-nya dalam memberikan rekomendasi pintar. Fitur ini dapat mencocokkan proposal atau deskripsi proyek penelitian dengan pakar akademik yang paling relevan dalam hitungan detik.
“ExpertLink AI diharapkan dapat membantu peneliti menemukan kolaborator sesuai kebutuhan riset, mengurangi waktu pencarian yang biasanya panjang, serta memastikan kualitas mitra yang dipilih,” ujar Rizal dalam wawancaranya dengan beritajatim.com pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Penggunaan teknologi canggih seperti Topic Modelling dan Information Retrieval memungkinkan sistem AI pada ExpertLink untuk tidak hanya mencari berdasarkan kata kunci, tetapi juga menganalisis relevansi proposal dengan riwayat penelitian dan publikasi seorang ahli. Hasilnya, rekomendasi yang diberikan menjadi lebih akurat dan tepat sasaran.
Tak hanya berfungsi sebagai alat pencocok kolaborasi, ExpertLink juga menawarkan Dasbor Eksploratif, yang memungkinkan pengguna untuk memvisualisasikan tren riset terkini, topik-topik yang sedang populer, serta distribusi penelitian di berbagai disiplin ilmu.
Menurut Rizal, fitur ini sangat bermanfaat bagi institusi pendidikan tinggi untuk memetakan keunggulan riset mereka, memahami arah pengembangan akademik, serta mengidentifikasi potensi kolaborasi lintas bidang. “Dengan visualisasi data yang informatif, pengguna dapat lebih mudah menemukan peluang penelitian baru sekaligus memperluas jejaring kolaborasi mereka,” jelas Rizal.

Selain itu, untuk menjawab tantangan visibilitas penelitian, ExpertLink menawarkan layanan turunan bernama ExpertLink Edu. Layanan ini membantu universitas dalam membangun situs eksplorasi riset yang terpersonalisasi, sehingga institusi dapat meningkatkan visibilitas penelitian mereka baik di tingkat publik maupun industri.
“Dengan layanan ini, institusi akademik dapat memperkuat reputasi mereka di tingkat nasional dan internasional,” tambah Rizal.
Keunggulan lain dari ExpertLink adalah semua proses teknis, mulai dari pengembangan hingga pemeliharaan platform, akan ditangani sepenuhnya oleh tim ExpertLink. Hal ini memungkinkan universitas untuk tetap fokus pada kegiatan riset tanpa terbebani oleh aspek teknis platform digital.
“Tim kami akan menangani semua aspek teknis, sehingga universitas dapat lebih fokus pada kegiatan utamanya,” pungkas Rizal.
Dengan berbagai fitur canggih dan manfaat yang ditawarkan, ExpertLink menjadi platform yang dapat memajukan kolaborasi riset di Indonesia serta mempercepat pertukaran ilmu pengetahuan antara akademisi dan industri. [dan/suf]






