Malang (beritajatim.com) – Sebagai bagian dari Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025, tim PPK Ormawa Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB) melalui kegiatan Sekolah Enten 4 menggelar sosialisasi dengan tema Desa Wirausaha.
Kegiatan ini dirancang untuk mendorong masyarakat desa, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar mampu memahami pentingnya Harga Pokok Produksi (HPP) dalam pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Acara tersebut turut didampingi oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Nurman Setiawan Fadjar, S.E., M.Sc, selaku dosen pembimbing. Dalam penyampaian materinya, beliau menjelaskan bahwa pemahaman HPP tidak hanya membantu UMKM menghitung biaya produksi dengan tepat, tetapi juga menjadi dasar untuk menentukan harga jual yang sehat, adil, dan kompetitif di pasar.
“Pemahaman mengenai HPP adalah kunci utama bagi UMKM untuk bisa mengembangkan usaha mereka secara profesional. Dengan perhitungan yang benar, usaha akan lebih mudah bertahan dan berkembang,” ungkap Nurman.
Selain penyuluhan, peserta juga diajak untuk melakukan simulasi perhitungan HPP berdasarkan produk lokal desa. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat bisa langsung menerapkan konsep HPP dalam usaha mereka sehari-hari. Dengan demikian, mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga praktik yang relevan dengan kondisi lapangan.
Program ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth) yang menekankan pada pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, serta tujuan ke-12 (Responsible Consumption and Production) yang mendorong pola produksi yang berkelanjutan.
Melalui pendampingan mahasiswa bersama dosen, UMKM desa diharapkan mampu mengembangkan produk lokal dengan manajemen yang lebih baik, meningkatkan daya saing, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
PPK Ormawa EM UB 2025 melalui Sekolah Enten 4 menunjukkan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas pembelajaran di kampus, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat desa. Pendampingan ini menjadi bukti kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian SDGs melalui pemberdayaan UMKM sebagai pilar utama ekonomi lokal. (aga/ted)






