Jember (beritajatim.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Jawa Timur, telah mengalokasikan anggaran untuk membeli sepuluh unit mobil program home care atau perawatan di rumah dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
“Langkah ini untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat dan siap dioperasikan pada 2026. Sedangkan tata kelola sarana dan prasarana pendukung termasuk sumber daya manusia masih dalam proses penyusunan,” kata Bupati Muhammad Fawait, dalam sidang paripurna ketiga pembahasan APBD 2026, di gedung DPRD Jember, Sabtu (15/11/2025).
Ardi Pujo Prabowo dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya DPRD Jember, menilai layanan home care melengkapi Universal Health Coverage (UHC) yang telah mencapai lebih dari 98 persen. “Namun program ini tentu membutuhkan perencanaan yang matang dari sisi sumber daya manusia, armada, anggaran, dan sistem komunikasi,” katanya.
Ardi berharap pelaksanaan home care benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, terutama warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. “Program ini harus menjadi bukti bahwa negara hadir hingga ke pintu rumah rakyat,” katanya.
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Ikbal Wilda Fardana menyebut program UHC dan home care mencerminkan kebijakan Pemkab Jember yang menempatkan kesehatan sebagai prioritas pembangunan.
“Pengembangan fasilitas home care UHC yang akan dibelakukan sejak 1 Januari 2026 dengan menyiapkan kendaraan khusus, tenaga kesehatan, dan alat komunikasi smembuat masyarakat yang tidak bisa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan bisa tetap mendapatkan pelayanan berupa konsultasi melalui telepon dan tim tenaga kesehatan yang mendatangi rumah pasien,” kata Ikbal.
Ikbal menegaskan dukungan penuh alokasi anggaran untuk Dinas Kesehatan sebesar Rp 1,541 Triliun, untuk mendukung program home care dan UHC 100 persen. “Namun kami meminta penjaminan ketersediaan anggaran untuk obat-obatan, alat kesehatan, dan insentif tenaga kesehatan, terutama di puskesmas dan daerah terpencil,” katanya.[wir]






