Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) semakin serius mempercepat pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar.
Komitmen ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Bantuan Pemerintah Sarana Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SMK Tahun 2025 Tahap 5 yang melibatkan guru-guru penerima bantuan perangkat digital, Rabu (24/9/2025) di Surabaya.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci utama menuju pendidikan bermutu di Jatim. Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai tenaga pendidik yang adaptif, inovatif, dan menguasai teknologi.
“Tenaga pendidik hebat adalah guru yang adaptif dan mampu mengaplikasikan teknologi dalam pembelajaran. Mari kita manfaatkan teknologi dengan optimis, agar Jawa Timur dapat menjadi barometer pemanfaatan teknologi di dunia pendidikan,” ujar Aries, ditulis Sabtu (27/9/2025).
Aries menyatakan keyakinannya bahwa pemanfaatan teknologi akan membuka peluang bagi siswa untuk menjadi lebih kreatif, kritis, dan siap bersaing secara global.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat SMK Kemendikdasmen ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Moch. Abduh, dan Inspektur Satu Irjen Kemendikdasmen, Subiyantoro.
Dalam paparannya, Moch. Abduh menyampaikan bahwa upaya digitalisasi pembelajaran sejalan dengan kebijakan Deep Learning sebagai strategi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional.
“Kebijakan deep learning dan digitalisasi pembelajaran adalah strategi penting mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua. Sekolah diharapkan mampu mengembangkan model pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan relevan dengan tuntutan zaman,” jelas Abduh.
Ia menambahkan, pemerintah mendorong sekolah untuk tidak sekadar menggunakan perangkat, tetapi juga menciptakan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Sementara itu, Subiyantoro mengingatkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemanfaatan bantuan sarana digitalisasi. Ia menegaskan, setiap perangkat yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan mutu pembelajaran.
Kepala Bidang PPSMK Dindik Jatim, Anny Saulina menegaskan komitmen Jatim untuk menindaklanjuti hasil Bimtek dengan program konkret di lapangan. Guru-guru peserta nantinya akan melaporkan implementasi dan hasil pendampingan yang telah dilakukan, demi memastikan manfaat program dapat dirasakan nyata di sekolah.
Direktur SMK, Ari Wibowo Kurniawan yang hadir secara daring, turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah agar program digitalisasi ini berhasil.
Melalui kegiatan ini, Dindik Jatim optimistis sekolah-sekolah di Jawa Timur akan semakin siap menyongsong era digital dan menjadi teladan bagi provinsi lain dalam mewujudkan pendidikan bermutu. [ipl/beq]






