Surabaya (beritajatim.com) — Universitas Sahid angkat bicara terkait mencuatnya nama Anita Dewi Lestari dalam kasus kehilangan tumbler di KRL yang tengah ramai dibicarakan di media sosial. Nama Anita sempat disebut sebagai mahasiswa atau alumni kampus tersebut, sehingga memicu berbagai spekulasi publik.
Dalam pernyataan resminya, pihak Universitas Sahid menegaskan bahwa Anita Dewi Lestari bukan mahasiswa aktif maupun lulusan Universitas Sahid.
“Atas nama ANITA DEWI LESTARI bukan mahasiswa aktif dan bukan lulusan Universitas Sahid. Berdasarkan penelusuran data internal, yang bersangkutan hanya terdaftar selama beberapa semester dan tidak menyelesaikan studi, sehingga tidak termasuk alumni Universitas Sahid,” tulis pihak kampus melalui unggahan Instagram resmi, Kamis (27/11/2025).
Universitas Sahid merujuk pada Surat Keputusan Rektor Nomor 109/USJ-01/A-50/2022 mengenai pemberhentian mahasiswa yang habis masa studi atau tidak memenuhi ketentuan akademik pada Semester Genap Tahun Ajaran 2021/2022. Dengan demikian, kampus menegaskan tidak memiliki kaitan apa pun dengan kejadian yang saat ini menjadi perbincangan publik.
“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak mengaitkan kejadian tersebut dengan institusi Universitas Sahid demi menjaga akurasi informasi dan menghindari kesalahpahaman publik,” lanjut pihak kampus.
Universitas Sahid juga meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial—terutama yang berpotensi menimbulkan stigma maupun prasangka.
Kasus ini bermula ketika Anita Dewi mengunggah keluhan di aplikasi Threads. Ia mengaku kehilangan tumbler berwarna biru yang disimpannya dalam sebuah cooler bag saat menaiki KRL rute Tanah Abang–Rangkasbitung, Senin (24/11), sekitar pukul 19.00 WIB.
Anita turun di Stasiun Rawa Buntu pukul 19.40 WIB dan baru menyadari tasnya tertinggal di dalam kereta. Tas tersebut ditemukan petugas dan difoto dalam keadaan lengkap, namun ia diminta mengambil barang tersebut keesokan harinya di Stasiun Rangkasbitung.
Saat tas dibuka, tumbler yang ia cari sudah tidak berada di dalamnya.
Dalam kisah yang diunggah Anita, nama seorang petugas, Argi Budiansyah, disebut terlibat dalam proses penyerahan barang temuan. Argi menjelaskan bahwa ia menerima tas dari petugas lain dan tidak memeriksa isinya.
Ia bahkan sempat menawarkan untuk mengganti tumbler yang hilang. Namun, Anita menolak dan meminta penelusuran CCTV sesuai prosedur.
Isu semakin melebar setelah muncul kabar bahwa Argi dipecat akibat kejadian ini, memunculkan gelombang kecaman warganet terhadap Anita dan Alvin—pasangan yang mengunggah keluhan—karena dianggap menyebabkan seorang petugas kehilangan pekerjaan hanya karena tumbler seharga sekitar Rp300 ribu.
Untuk meredam simpang siur informasi, KAI Commuter akhirnya mengeluarkan klarifikasi resmi. Mereka menyatakan bahwa Argi Budiansyah tidak diberhentikan, dan isu pemecatan tersebut tidak benar.
“KAI Commuter menegaskan tidak melakukan pemecatan sebagaimana isu beredar. Kami memiliki aturan dan prosedur kepegawaian yang mengacu pada regulasi ketenagakerjaan,” ujar Karina Amanda, VP Corporate Secretary KAI Commuter, dalam unggahan resmi di media sosial. [fyi/aje]






