Gresik (beritajatim.com)- Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, dipilih Satlantas Polres Gresik sebagai pilot project kampung tertib lalu lintas se-kabupaten.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengatakan, pihaknya menjadikan Sukorejo sebagai desa percontohan dan bisa ditiru desa maupun kelurahan yang tersebar di wilayah Gresik.
“Kami ingin menjadikan Desa Sukorejo sebagai promotor kampung tertib lalu lintas yang bisa ditiru desa lain. Ini bukti Polri hadir untuk masyarakat,” katanya, Selasa (26/8/2025).
Selain memberikan edukasi, kegiatan tersebut juga memberikan layanan langsung yang memudahkan warga. Seperti perpanjangan SIM keliling dan pembuatan SKCK.
“Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan administratif pengendara,” ujarnya.
Alasan dipilihnya desa maupun kelurahan, tambah Rovan, tujuannya menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya tertib dan selamat dalam berlalu lintas.
Salah satu sesi yang paling diminati warga adalah pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) oleh tim medis Dinas Kesehatan Gresik. Lewat simulasi praktis, warga dibekali keterampilan dasar menolong korban kecelakaan lalu lintas.
“Kami ingin warga mampu menjadi penolong pertama sebelum bantuan medis datang,” ungkap salah satu tenaga kesehatan.
Kepala Desa (Kades) Sukorejo menuturkan mengapresiasi pejabat kepolisian yang turun ke bawah memberikan edukasi pentingnya keselamatan berlalu lintas di jalan raya.
“Usai dipilih menjadi Desa Pelopor Keselamatan Lalu Lintas di Gresik, program ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya tertib berlalu lintas, yang berawal dari desa hingga terciptanya jalan raya yang lebih aman bagi semua pengendara,” tuturnya.
Kegiatan polisi menyapa ini mendapat respon dari warga desa. Ratusan warga setempat memenuhi gedung serbaguna yang diinisiasi Satlantas Polres Gresik dalam rangka peringatan Hari Lalu Lintas ke 70. [dny/but]






