Gresik (beritajatim.com)– Keberadaan karyawan muda Petrokimia Gresik (PG) tidak hanya berkonstribusi pada kinerja perusahaan maupun teknologi saja.
Di balik sisi tersebut, puluhan karyawan BUMN tersebut, blusukan di pulau terpencil Madura. Tepatnya di Pulau Talango Tengah dan Talango Aeng Sumenep melakukan pengabdian masyarakat di dua pulau itu.
Selama lima hari, 53 karyawan tersebut melakukan program bakti pelosok negeri. Baik itu di bidang pendidikan, kesehatan, perbaikan infrastruktur dan lain-lain.
Salah satu karyawan Doni menuturkan, dirinya mengapresiasi kegiatan bakti pelosok negeri yang melibatkan insan muda membantu masyarakat di pulau terpencil.
“Kami sangat senang karena berkontribusi langsung terhadap masyarakat Pulau Talango Tengah dan Pulau Talango Aeng,” tuturnya, Selasa (26/8/2025).
Sementara itu secara terpisah, Dirut Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, terkait ini pihaknya tidak hanya berorientasi pada profit saja. Sebagai bagian dari perusahaan BUMN juga harus mampu bermanfaat bagi masyarakat.
“Ini bentuk komitmen kami membantu masyarakat terpencil khususnya yang berada di kepulauan,” katanya.
Hal senada juga dikemukakan oleh Ketua Panitia Chandra Budiman alasan dipilihnya dua pulau tersebut karena masyarakat disana membutuhkan perbaikan fasilitas umum.
“Selain melakukan pembangunan dermaga. Kami juga memberi bantuan
kWh meter untuk warga kurang mampu sebanyak 30 unit di Pulau Talango Tengah maupun Talango Aeng.
Serta peremajaan ruang kelas SD, MI dan MD maupun mess untuk guru dan memperbaiki pagar sekolah supaya 150 siswa SD, MI, MD, nyaman melakukan belajar,” paparnya.
Tahun ini merupakan penyelenggaraan kegiatan yang ketiga. Insan muda yang terlibat merasa sangat bersyukur bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Talango Tengah dan Talango Aeng.
Sebagai informasi dua pulau tersebut memiliki akses transportasi yang terbilang terbatas. Menuju pulau yang berada di ujung timur Madura tersebut hanya bisa melalui jalur laut dengan waktu tempuh antara 5 hingga 6 jam. (dny/ted)






