Malang (beritajatim.com) – Dua akademisi dari Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) terpilih mewakili Indonesia dalam agenda International Workshop on Development and Application of Water Resources and Hydropower Standards. Acara tersebut berlangsung di Nanjing, China, pada 12 hingga 25 April 2026.
Delegasi yang berangkat adalah Prof. Dr. Ir. Rini Nur Hasanah, S.T., M.Sc., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., didampingi oleh Ir. Indra Setyawan, S.ST., M.T. Kehadiran mereka di forum ini menjadi sangat prestisius mengingat Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara yang diundang, bersama Mongolia, Pakistan, Kenya, Malaysia, dan Uzbekistan.
Kegiatan intensif selama 15 hari ini diselenggarakan oleh Ministry of Science and Technology P.R. China, berkolaborasi dengan Nanjing Hydraulic Research Institute serta sejumlah otoritas energi dan transportasi Tiongkok. Fokus utamanya adalah merumuskan standardisasi global untuk teknologi pembangkit listrik tenaga air (hydropower) yang berkelanjutan.
Prof. Rini Nur Hasanah menyampaikan bahwa keterlibatan FTUB dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk menyerap ilmu manajerial dan teknis dari negara-negara maju.
“Forum ini memberikan ruang yang sangat baik untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait pengembangan standar hydropower di berbagai negara. Selain memperluas jejaring internasional, kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama riset dan pengembangan teknologi,” terang Prof. Rini dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Selama di Tiongkok, para delegasi tidak hanya berada di dalam ruang kelas. Mereka mengikuti studi lapangan ke berbagai titik vital, seperti International Center on Small Hydro Power di Hangzhou hingga Stasiun Metrologi Hidrologi Nasional. Topik yang dibedah pun sangat spesifik, mulai dari restorasi ekologi sungai hingga pemantauan struktur hidrolik otomatis.
Senada dengan hal tersebut, Ir. Indra Setyawan menekankan pentingnya paparan langsung terhadap proyek-proyek skala besar yang dikelola China. Menurutnya, pengalaman melihat langsung sistem di Museum Kanal Besar Tiongkok dan Proyek Pengendalian Air Jiangdu memberikan perspektif baru.
“Kami memperoleh wawasan praktis mengenai penerapan teknologi, sistem manajemen, hingga standar teknis yang sangat ketat pada proyek sumber daya air di sini. Ini menjadi referensi penting bagi pengembangan infrastruktur serupa di Indonesia,” ujar Indra.
Perwakilan FTUB juga memberikan paparan dalam sesi country report. Mereka memperkenalkan potensi energi air Indonesia sekaligus memetakan tantangan geografis yang dihadapi dalam pengembangan teknologi terbarukan di tanah air.
Partisipasi aktif ini diharapkan dapat memperkuat posisi UB sebagai institusi pendidikan yang produktif menghasilkan inovasi di tingkat global. Selain memperluas kerja sama internasional, hasil dari workshop ini akan menjadi modal bagi FTUB untuk membawa pengalaman global ke dalam ekosistem akademik dan industri nasional.
“Melalui sesi laporan negara, kami berkontribusi memperkenalkan perspektif nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik dan teknis dengan peserta dari negara lain,” kata Prof. Rini menutup. (dan/kun)






