Pamekasan (beritajatim.com) – Pelatih Madura United FC, Paulo Meneses menyampaikan kritik atas hasil laga debut yang dijalani kontra PSM Makassar, pada laga pekan ke-8 BRI Liga 1 di Stadion Batakan, Balikpapan, Jum’at (18/10/2024) malam.
Pada laga tersebut, timnya Laskar Sape Kerrab gagal merealisasikan target akibat menyerah 2 gol tanpa balas dari Juku Eja, melalui gol Yuran Fernandes pada menit 40′ dan gol Tito Okello pada 90+6′.
“Gol pertama PSM berasal dari set piece yang terjadi akibat kesalahan pemain kita, dan ini perlu kita perbaiki lagi kedepan, termasuk bagaimana cara kita bisa memanfaatkan peluang menjadi gol,” kata Paulo Meneses.
Juru taktik berkebangsaan Portugal, juga mengkritisi gaya main lawan yang dinilai sering mendelay permainan. “Setelah gol pertama, pertandingan sudah selesai karena LSM mendelay waktu dan menyetop pertandingan. Termasuk kiper PSM yang menghentikan pertandingan pada menit 77′ hanya mendapat kartu kuning,” ungkapnya.
“Bahkan memasuki menit akhir, tercatat ada 22 kali pertandingan berhenti. Ini laga perdana kami di Indonesia, dan hal seperti ini tidak sepatutnya terjadi di pertandingan, yaitu mengulur-ulur waktu,” tegasnya.
Namun Paulo Meneses menilai jika Liga Indonesia, sangat bagus. Hal itu sudah ia saksikan saat masih melatih di India. “Tapi jika ingin Kompetitif, mendelay laga tidak boleh terjadi. Misal setiap dua hingga lima menit pertandingan berhenti,” jelasnya.
Hal seperti (mengulur-ulur waktu) ini tidak boleh terjadi, kalau sepakbola kita (Indonesia) mau meningkat dan lebih baik baik lagi,” pungkasnya. [pin/ted]






