Surabaya (beritajatim.com) – Rektor UPN Veteran Jatim Prof Akhmad Fauzi memastikan tak ada kenaikan UKT mahasiswa di tahun ajaran 2024. Ini menyusul keputusan pembatalan kenaikan UKT oleh Kemendikbudristek.
“Terkait penurunan UKT, sudah kita turunkan. Artinya, tidak jadi naik. Keputusan Rektor (Keptor) Nomor 138 dicabut karena ada pembatalan kenaikan UKT dari pemerintah,” ujar Prof Fauzi, Senin (10/6/2024).
Ia mengatakan, penentuan UKT mahasiswa tidak serta merta dibuat oleh rektor. Terdapat mekanisme dalam menentukan besaran UKT tersebut, termasuk menghitung kebutuhan bersama jajaran dekan.
Di UPN Veteran Jatim pun, lanjut dia, tak semua program studi mengalami kenaikan. Sejumlah jurusan justru UKT-nya turun, seperti di Prodi Fisika dan Informatika. Namun, penurunan itu pada akhirnya juga dibatalkan karena pemerintah melarang adanya perubahan.
“Dengan adanya pembatalan usulan itu akhirnya kembali ke UKT tahun 2023, karena tidak boleh ada perubahan. UKT terendah kami ada di angka Rp 500 ribu, sedangkan tertinggi di kisaran Rp 8 juta,” ungkap Prof Fauzi.
Bagi mahasiswa baru jalur SNBP tahun ajaran 2024/2025 yang sudah melakukan pembayaran UKT, selisihnya juga telah dikembalikan oleh kampus. Proses pengembalian itu dimulai pada 3 Juni 2024.
“Saat itu SNBP sudah diumumkan, dan menggunakan UKT yang usulan 2024, tapi dibatalkan. Akhirnya selisihnya kita kembalikan. Rata-rata pengembalian Rp 500 ribu. Karena kenaikannya hanya sekitar Rp 500 ribu,” sebutnya.
Prof Fauzi menambahkan, pihaknya terus berkomitmen untuk memberikan bantuan bagi calon mahasiswa baru dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan tinggi. Salah satunya lewat beasiswa.
“Sehingga, minimal 20 persen itu kita afirmasi. Mulai dari menentukan UKT golongan I Rp 500 ribu, golongan II Rp 1 juta, kemudian memberikan beasiswa KIP-K. Termasuk pembebasan UKT,” terang Prof Fauzi.
Salah satu beasiswa yang dapat dimanfaatkan adalah beasiswa dari pemerintah daerah, misalnya di Surabaya. Sejauh ini, Wali Kota Surabaya telah memberikan jatah beasiswa di UPN Veteran Jatim sebanyak 2 ribu.
“Karena pemerintah hanya memberikan kuota sekitar 530 beasiswa. Sedangkan di UPN Jatim yang lolos kelebihan 115. Akhirnya nanti kita bebaskan UKT-nya. Diakomodir oleh kampus. Kita carikan beasiswa,” ungkapnya.
Ia berpesan, bagi calon mahasiswa baru agar segera melakukan pendaftaran ulang. Tak perlu khawatir, sebab jika terkendala masalah biaya akan diupayakan oleh kampus untuk mendapatkan beasiswa. “Kami berupaya yang tidak daftar ulang kita hubungi, kalau mereka alasannya karena UKT kita afirmasi, akan kita carikan beasiswa. Kalau di Surabaya, Pak Wali Kota memberikan beasiswa. Sekarang ini UPN dapat 2000 beasiswa dari semua angkatan,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan mahasiswa menggelar demonstrasi di Rektorat UPN Veteran Jatim. Mereka memprotes kebijakan kenaikan UKT. Para mahasiswa tersebut tak ingin kampusnya terlibat dalam tindakan komersialisasi pendidikan. [ipl/kun]







1 Komentar
Bagus,, ada usaha untuk mengemban kembali camaba yang undur dari daftar ulang karena UKT, sipp💯💯