Madiun (beritajatim.com) – Suasana dini hari yang masih lengang di Dusun Kampung Baru, Desa Sugihwaras, RT 08 RW 02, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mendadak dikejutkan dengan kepulan asap tebal dari salah satu rumah warga, Minggu (2/3/2026). Peristiwa kebakaran yang terjadi di bagian dapur itu, tidak hanya membuat penghuni rumah panik. Namun juga memicu kepanikan warga sekitar yang khawatir api merembet ke bangunan lain.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun, Andy Koerniawan, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 00.20 WIB. Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 00.26 WIB.
“Petugas langsung bergerak cepat. Dua menit setelah laporan masuk, tepatnya pukul 00.28 WIB, satu unit damkar diberangkatkan menuju lokasi,” ujar Andy.
Armada pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 00.38 WIB. Saat itu, dapur rumah masih mengeluarkan asap tebal dan terdapat bara api yang berpotensi membesar. Petugas segera melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
“Api berhasil dikendalikan dan penanganan selesai sekitar pukul 01.20 WIB. Setelah dipastikan aman dan tidak ada potensi api muncul kembali, petugas kembali ke pos,” jelasnya.
Rumah tersebut diketahui milik Anita Widyasari Priyowati, warga setempat yang juga menjadi pelapor dalam kejadian itu. Dugaan sementara, kebakaran dipicu dari tungku kayu bakar yang masih menyala di area dapur.
Akibat kejadian tersebut, sebagian bangunan rumah bagian belakang mengalami kerusakan. Meski tidak terdapat korban luka ringan, luka berat maupun korban meninggal dunia. Kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp20 juta.
Dalam proses pemadaman, petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran jenis fuso fighter dari Regu C Pos 1 dan dibantu warga sekitar yang berupaya melakukan penanganan awal sebelum petugas tiba.
Andy menambahkan, kondisi cuaca saat kejadian dalam keadaan mendung. Kendala di lapangan yakni akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit, sehingga armada harus masuk secara hati-hati.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan api terbuka, terutama tungku kayu bakar, serta memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di dapur pada malam hingga dini hari. Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi petugas agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya. [rbr/aje]






