Gresik (beritajatim.com)- Dampak kekeringan akibat perubahan iklim sangat dirasakan di 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan catatan Palang Merah Indonesia (PMI) ada 16 hingga 17 daerah yang mengalami kekeringan. Untuk meringankan beban warga yang membutuhkan air bersih. PMI Jawa Timur melakukan drooping air menggunakan truk tanki air ke daerah yang membutuhkan air.
Kepala PMI Jawa Timur Imam Utomo menuturkan, sebelumnya pihaknya telah melakukan drooping air bersih ke 12 kabupaten dan kota. Saat ini jumlah tersebut bertambah lagi.
“Sekarang ada 16 hingga 17 kabupaten dan kota yang telah mendapat drooping air bersih. Daerah tersebut sebagian besar di Pulau Madura. Jatim bagian utara dan selatan serta daerah tapal kuda,” tuturnya, di sela-sela HUT PMI ke 79 di Gresik, Rabu (18/9/2024).
Mantan Gubernur Jawa Timur itu mengatakan, dari sekian daerah kabupaten dan kota yang telah mendapat distribusi air bersih. Yang paling sangat membutuhkan adalah warga Pulau Madura. “Di daerah itu ada 5.000 warga yang membutuhkan air bersih mengingat sumber air dari sumur kebanyakan sudah mengering,” katanya.
Ia menambahkan, terkait drooping air bersih ada kendala. Ini karena PMI Jawa Timur hanya memiliki truk tanki air 15 unit. Tujuh milik provinsi dan 8 unit bantuan dari PMI pusat. “Akibat jumlah armada yang terbatas terpaksa drooping air yang dikirim ke sejumlah daerah bergantian,” imbuhnya.
Sementara itu, CEO PT Maspion Alim Markus yang hadir di HUT PMI mengatakan, untuk membantu pendistribusian air bersih ke daerah yang mengalami dampak kekeringan. Pihaknya membantu satu unit truk tanki ke PMI Jawa Timur.
“Bantuan ini nantinya bertahap mengingat wilayah Jatim sangat luas. Harapannya, keberadaan bantuan tersebut bisa dimanfaatkan bagi warga yang membutuhkan air bersih,” katanya.
Melalui Yayasan Bhakti Persatuan lanjut dia, sejumlah pengusaha yang tergabung di yayasan tersebut siap membantu PMI dalam menjalankan operasi kemanusiaan. “Kami mengapresiasi relawan PMI karena mereka bertugas sangat mulai dan tidak pandang bulu,” pungkas Alim Markus. [dny/kun]






