Surabaya (beritajatim.com) – Beberapa waktu belakangan ini, Warganet tengah ramai mengeluhkan udara panas di Indonesia yang dinilai tidak lazim.
Bukan hanya di Indonesia, negara-negara lain seperti India dan Thailand justru merasakan udara panas yang lebih tinggi dari Indonesia. Hal itu disebabkan karena gelombang panas yang menerjang negara-negara tersebut.
Meskipun begitu, penyebab udara panas di Indonesia yang dinilai tidak biasa ini bukan karena disebabkan gelombang panas. Hal ini berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan penyebab cuaca panas di Indonesia.
Baca Juga: Imbas Hoaks, Warga yang Kehilangan Motor Datangi Polsek Rungkut Surabaya
Dilansir situs BMKG, suhu panas di Indonesia adalah fenomena akibat adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun. Potensi suhu udara panas seperti itu dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Sementara itu, dari banyaknya warganet yang mengeluh perihal udara panas di Indonesia. Lalu, daerah atau wilayah mana saja yang terpanas di Indonesia tahun 2023? Berikut ulasannya berdasarkan data dari BMKG.
BMKG via Perupadata, merilis 7 daerah terpanas di Indonesia tahun 2023 berdasarkan 7 stasiun pengamatan yang tercatat memiliki suhu udara tertinggi pada 11-20 April 2023. Daerah tersebut yakni:
Baca Juga: Program Balik Mudik Gratis Polres Tuban Banyak Diminati
1. Ciputat, Tangerang Selatan, Provinsi Banten (37,2 derajat Celcius)
2. Pangsuna, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (36,6 derajat Celcius)
3. Nanga Pinoh, Melawi, Kalimantan Barat (36,5 derajat Celcius)
4. Medan, Sumatera Utara (36,5 derajat Celcius)
5. Tebelian, Sintang, Kalimantan Barat (36,3 derajat Celcius)
6. Deli Serdang, Sumatera Utara (36,2 derajat Celcius)
7. Terempa, Anambas, Kepulauan Riau (36,2 derajat Celcius)
Dari data di atas, Ciputat, Tangerang Selatan adalah daerah di Indonesia dengan udara panas tertinggi. Diteruskan pada urutan kedua, Pangsuna, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dan seterusnya. Hingga di urutan terakhir ada Terempa, Anambas, Kepulauan Riau.
Sebagai informasi, salah satu faktor terjadinya gelombang panas adalah suhu maksimum harian di suatu wilayah yang melebihi ambang batas statistik, misalnya lima derajat celicus lebih panas, dari rata-rata klimatologis suhu maksimum.
Fenomena gelombang panas juga terjadi selama lima hari berturut-turut atau lebih. (kai/ian)





