Pamekasan (beritajatim.com) – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pamekasan, mengimbau sekaligus meminta seluruh elemen masyarakat agar selalu waspada terhadap bencana kebakaran seiring dengan tingginya angka kebakaran selama musim kemarau tahun tahun ini di wilayah setempat.
Bahkan sejak Juli hingga awal September 2025, terdata sekitar 15 peristiwa kebakaran terjadi di beberapa kecamatan berbeda di Pamekasan. Dua di antaranya terjadi kebakaran di gudang penyimpanan tembakau dalam tiga hari terakhir, tepatnya di Desa Trasak, Kecamatan Larangan, serta di Jl Jokotole, Kelurahan Buddagan, Pademawu, Pamekasan.
“Hal ini penting kami sampaikan untuk mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bahaya kebakaran, sebab kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kebakaran sangat krusial, terutama di titik rawan kebakaran,” kata Ops Damkar Satpol-PP dan Damkar Pamekasan, Zainuddin, Selasa (9/9/2025).
Lebih lanjut disampaikan jika ada beberapa cara dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat secara mandiri. “Sebagai langkah pencegahan, di antaranya periksa instalasi listrik secara berkala untuk mencegah korsleting, jauhkan barang mudah terbakar dari sumber api, dan sediakan alat pemadam kebakaran di rumah, seperti pemadam api ringan (APAR),” ungkapnya.
“Bentuk pencegahan lainnya di antaranya jangan biasakan meninggalkan api yang menyala tanpa pengawasan terutama di dapur, serta mengenali titik rawan kebakaran seperti di sekitar kawasan hutan atau permukiman padat,” imbuhnya.
Dengan adanya peristiwa tersebut, pihaknya kembali mengingatkan sekaligus mengimbau masyarakat, agar selalu mawas diri dan berhati-hati terhadap berbagai jenis bencana, termasuk kebakaran. “Selalu mawas diri dan melakukan melakukan berbagai langkah antisipatif untuk menghindari peristiwa (kebakaran) ini,” imbaunya.
“Karena bagaimanapun yang namanya kebakaran tidak memandang musim, apakah itu musim penghujan ataupun musim kemarau. Sehingga kita harus selalu waspada agar terhindar dari peristiwa ini,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sangat berharap pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan, bisa segera menambah armada damkar khususnya di wilayah Pantura Pamekasan. “Sejauh ini kita hanya ada 2 unit damkar plus 2 unit penyuplai untuk mengatasi kebakaran. Mudah-mudahan Pemkab bisa segera merealisasikan (tambahan mobil damkar),” harapnya.
“Sebab dengan kondisi saat ini tentunya masih belum bisa mencukupi untuk mengatasi kebakaran di Pamekasan, kalau misal di wilayah (Kecamatan) Waru atau Pakong, terdapat unit damkar, nantinya bisa meminimalisir musibah kebakaran. Apalagi keberadaan damkar di pusat kota, justru terkendala jarak saat terjadi kebakaran di wilayah pantura,” pungkasnya. [pin/but]






