Lonjakan kasus kebakaran di Pamekasan pada 2026 menjadi perhatian serius Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
KUMPULAN BERITA Damkar Pamekasan
Masyarakat Pamekasan diminta agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat membakar sampah di lingkungan tempat tinggal. Aktivitas yang terlihat sederhana terkadang justru dapat memicu kebakaran bila dilakukan tanpa memperhatikan kondisi sekitar, terutama saat cuaca panas dan kondisi angin cukup kencang.
Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, bakal mendapat tambahan armada baru berupa mobil damkar mini jenis Hilux.
Nasib nahas dialami Sitti Rahmaniyah (42), warga Kelurahan Kowel, Kecamatan Pamekasan, setelah dapur miliknya ludes dilalap si jago merah, Kamis (3/9/2026). Bahkan kebakaran tersebut juga mengakibatkan separuh bangunan rumah miliknya hangus terbakar.
Damkar Pamekasan menangani 150 kejadian nonkebakaran sepanjang Januari-Agustus 2026, dengan 104 kasus animal rescue dan 55 di antaranya tawon vespa.
Sirene kendaraan pemadam kebakaran (damkar) kembali menjadi penanda kesigapan petugas dalam menghadapi kobaran api. Di tengah situasi yang serba tidak pasti, anggota Damkar Pamekasan dituntut bergerak cepat, berjibaku dengan panas dan asap untuk memastikan api tidak semakin meluas.
Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menjadi sorotan khususnya di sepanjang puncak musim kemarau tahun 2026.
Sepanjang Januari hingga 23 Agustus 2026, sebanyak 109 peristiwa kebakaran tercatat terjadi di Pamekasan. Sedikitnya 44 kejadian dalam rentang waktu 30 hari.
Gudang kayu dan toko bangunan UD Berkah di Jl Raya Pasean, Dusun Bakong, Desa Batukerbuy, Kecamatan Pasean, Pamekasan, ludes dilalap si jago merah.
Dua unit bangunan di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen, Desa Poto’an Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, ludes dilalap si jago merah, Jumat malam.









