Sumenep (beritajatim.com) – Karena cuaca mendukung, panen garam rakyat tahun 2023 diyakini lebih bagus dibandingkan tahun 2022 . Tahun ini, produksi garam rakyat ditargetkan mencapai 156.696,98 ton.
Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Agustiono Sulasno optimis target produksi itu akan terpenuhi, mengingat cuaca tahun ini mendukung produksi garam lebih maksimal. “Kalau tahun lalu, produksi garam tidak maksimal karena terjadi kemarau basah. Kalau tahun ini bukan kemarau basah. Jadi lebih mendukung untuk memaksimalkan produksi garam,” katanya, Kamis (3/8/2023).
Ia menjelaskan, puncak panen garam diperkirakan mulai Agustus – September, dengan catatan cuaca tidak berubah. Ia meyakini, jumlah garam rakyat yang diproduksi petani garam akan jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu. “Tahun lalu produksi garam rakyat selama setahun hanya 49.143,17 ton. Sangat rendah jumlah produksinya, karena ya itu tadi, tahun lalu terjadi kemarau basah,” ujarnya.
BACA JUGA:
Tolak Tambak Garam, Warga Gersik Putih Sumenep Demo ke Kantor Bupati
Lebih lanjut ia memaparkan, garam rakyat di Kabupaten Sumenep diproduksi pada lahan seluas 1617,74 hektare yang tersebar di 10 kecamatan, baik daratan maupun kepulauan.
Kecamatan penghasil garam rakyat tersebut adalah Kecamatan, Gapura, Kalianget, Saronggi, Pragaan, Gili Genting, Talango, Raas, Arjasa, Kangayan, dan Sapeken. “Tahun lalu di Kecamatan Dungkek juga ada lahan yang memproduksi garam. Tapi tidak terlalu luas. Hanya sekitar 0,75 hektar. Tahun ini, Kecamatan Dungkek memilih untuk tidak memproduksi garam,” ujarnya.
Menurut Agus, pihaknya tetap akan melakukan pembinaan terhadap para petani garam, agar hasil produksi garamnya maksimal dengan kualitas 1 (KP 1). “Karena kualitas itu menentukan harga. Untuk kualitas paling baik atau KP1, harganya di atas kualitas 2 atau KP2. Yang menentukan kualitas itu diantaranya kadar NaCl nya,” ucapnya. [tem/suf]






