Bondowoso (beritajatim.com) — Cuaca ekstrem berupa angin kencang menyebabkan atap bangunan TK 2 NU di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, ambruk pada Rabu, 21 Januari 2026 sore. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat pada pukul 15.17 WIB dan langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment.
“Begitu menerima laporan, BPBD langsung melakukan pengecekan di lapangan untuk menilai dampak kerusakan dan kebutuhan penanganan. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa,” kata Kristianto, Rabu malam.
Peristiwa angin kencang itu terjadi sekitar pukul 07.30 WIB dan mengakibatkan atap dua ruang kelas, yakni Kelas A dan Kelas B, mengalami rusak berat. Masing-masing ruang kelas berukuran 5 x 5 meter.
TK 2 NU sendiri memiliki empat ruangan dengan jumlah siswa sebanyak 10 anak, satu kepala sekolah, dan satu guru pengajar. Bangunan sekolah tersebut berdiri sejak 2008 dan sebelumnya memanfaatkan gedung Kantor MWC NU yang dibangun pada 2004.
Kristianto menambahkan, BPBD telah berkoordinasi dengan Korwil Pendidikan Kecamatan Grujugan serta pihak sekolah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
“Untuk sementara, aktivitas belajar mengajar akan dialihkan ke Lembaga Al-Hidayah atau Kantor MWC NU mulai besok, sambil menunggu tindak lanjut penanganan bangunan sekolah,” ujarnya.
Dalam penanganan di lokasi, BPBD Bondowoso melibatkan personel Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC), serta berkoordinasi dengan OPD terkait. Proses penanganan awal berjalan lancar tanpa kendala berarti.
BPBD Bondowoso mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Bondowoso. [awi/suf]






