Surabaya (beritajatim.com)– Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia resmi menjalin kerja sama untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di sela Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) APINDO di Surabaya.
Program yang diberi nama APINDO UMKM Merdeka ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM dan menghubungkan mereka dengan mahasiswa melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Melalui program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia UMKM, memperluas akses pasar, serta mendorong inovasi.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM melalui program ini,” ujar Direktur Public Affairs Communication & Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina.
AdapunFokus Program APINDO UMKM Merdeka:
Pengembangan kapabilitas UMKM: Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, UMKM akan diberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing.
Kemitraan dengan mahasiswa: Mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk belajar langsung dari pelaku UMKM dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh di perguruan tinggi.
Inovasi:Program ini mendorong UMKM untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk dan layanannya.
Ketua Umum DPN APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, mengakui bahwa UMKM di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti akses terhadap pembiayaan, pemasaran, dan teknologi. Program APINDO UMKM Merdeka diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan-tantangan tersebut.
“Kami ingin UMKM tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif,” ujar Shinta.
Kerja sama antara Coca-Cola dan APINDO ini merupakan hasil dari proses yang panjang dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kedua belah pihak berkomitmen untuk menjalankan program ini secara berkelanjutan dan memastikan keberhasilannya.
“Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi kerjasama antara sektor swasta, pemerintah, dan akademisi dalam mendukung pengembangan UMKM di Indonesia,” tutup Karina.[rea]






