Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 1.206 Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kabupaten Mojokerto akan berangkat ke tanah suci melalui empat kelompok terbang (kloter). Empat kloter yang membawa ribuan CJH ini menjadi kloter terakhir keberangkatan ke tanah suci yakni tanggal 21 Juni 2023 mendatang.
“Alhamdulillah untuk dokumen Kabupaten Mojokerto mulai pasport dan visa sudah lancar. Kurang lebih sekitar hampir 100 persen,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Mojokerto, M Zainut Tamam, Selasa (30/5/2023).
Kemenag Kabupaten Mojokerto merinci, sebanyak 97 persen sudah terlacak semua sehingga saat ini tinggal pengecekan antara jumlah paspor yang sudah disetor ke Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur dengan aplikasi di Siskohat. Sementara yang sudah melakukan pelunasan hingga tanggal 19 Mei 2023 ada sebanyak 1.206 CJH.
“Dimana ini, dari 1.206 CJH ada cadangan belum masuk kuota sekitar 23 orang dan beberapa mengundurkan diri. Insya Allah yang berangkat dari sini kurang lebih sekitar 1.152 CJH, ini yang siap berangkat. Yang belum melunasi sekitar 200 sekian. Untuk jadwal keberangkatan bukan ditunda tapi kemarin itu jadwal sementara,” katanya.
Baca Juga: Raker Forikan, Pemkab Mojokerto Bangun Kesadaran Masyarakat Gemar Konsumsi Ikan
Tamam menjelaskan, jadwal sementara adalah jadwal ketika cadangan belum naik status sehingga jadwal tersebut menjadi kloter penuh. Di Kabupaten Mojokerto sendiri ada empat kloter yakni kloter 81, 82, 83 dan 84. Empat kloter tersebut akan berangkat di tanggal 21 Juni 2023 mendatang.
“Kabupaten Mojokerto menjadi kloter terakhir dan dua kloter merupakan kloter penuh dari Kabupaten Mojokerto yakni kloter 81 dan 82. Untu kloter 83 dan 84 merupakan kloter gabungan. Jadi tidak hanya dari Kabupaten Mojokerto, kloter 83 dengan daerah Surabaya dan Gresik dan kloter 84 dengan Pamekasan dan Gresik,” ujarnya.
Baca Juga: Tergabung dalam Kloter 33, 121 Jemaah Haji Mojokerto Tiba dari Tanah Suci Senin Malam
Tamam menjelaskan, kloter 81 akan berangkat dari halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto pukul 11.00 WIB dan kloter 84 berangkat pukul 15.30 WIB. Kloter 84 masuk asrama pukul 21.00 WIB dan menjadi penerbangan terakhir dari kuota Provinsi Jawa Timur. CJH asal Kabupaten Mojokerto tertua di usia 98 tahun.
“Beliau sudah melakukan pelunasan tapi saat ini dalam kondisi sakit karena jatuh sehingga tidak bisa berangkat. Warga Kutorejo, perempuan, ini panggilan lansia. Mojokerto kemarin ada 112 tahun namun bulan April kemarin meninggal sehingga otomatis tidak melakukan pelunasan. Termuda ada beberapa orang, 18 tahun,” tegasnya. [tin/ted]






