Jember (beritajatim.com) – Bupati Muhammad Fawait tengah mendesain penjenamaan kota atau pencitraan kota (city branding) ‘Jember Miniature of Indonesia; untuk Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sebelumnya Bupati Hendy Siswanto sudah mendesain penjenamaan ‘Jember Nusantara’ yang bahkan digunakan sebagai nama alun-alun dan gedung usaha mikro kecil menengah.
“Kita ingin mempertunjukkan budaya dan seluruh seni budaya dari seluruh Indonesia,” kata Bupati Fawait usai acara sosialisasi yang dilaksanakan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, di Hotel Aston, Kabupaten Jember, Kamis (7/8/2025).
Mengapa memilih Jember Miniature of Indonesia? “Kita punya banyak kampus, kita punya banyak suku, punya banyak golongan, sehingga tidak perlu jauh-jauh keliling Indonesia, cukup datang ke Jember,” kata Fawait.
Salah satu yang menjadi andalan penjenamaan kota itu adalah Jember Fashion Carnaval (JFC). “Salah satunya JFC.(Publik) akan melihat semua budaya, kesenian termasuk nanti ada parade budaya di event-event (pariwisata) berikutnya,” kata Fawait.
Penjenamaan kota Jember ini diharapkan Fawait bisa didukung pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). “Itu perlu di-support oleh-oleh dan souvenir dari UMKM dan kita sudah petakan melalui kecamatan,” katanya.
Menurut Fawait, pemetaan potensi dan keunggulan setiap kecamatan sudah ada. “Yang jelas bagaimana pariwisata itu bisa di-support dengan produk-produk UMKM juga,” katanya.
Sekretaris Badan Promosi Pariwisata Daerah Jember Wahyu Setyabudi menyambut baik penjenamaan kota tersebut. “Konsep branding Jember Miniature of Indonesia yang diinisiasi oleh Bupati Fawait adalah sebuah ide yang sangat menarik dan memiliki potensi besar,” katanya.
Menurut Setyabudi, penjenamaan itu selaras dengan kekayaan Jember yang majemuk, yang meliputi keberagaman alam dari pegunungan hingga pantai hingga kekayaan budaya, terutama budaya Pandalungan, yang merupakan perpaduan unik antara Jawa dan Madura.
“Konsep ini bisa menjadi narasi yang kuat untuk menunjukkan bahwa Jember adalah cerminan kecil dari keberagaman Indonesia,” kata Setyabudi.
Apalagi sebelumnya Bupati Hendy Siswanto sudah memperkenalkan penjenamaan kota Jember Nusantara. Setyabudi melihat penjenamaan ‘Jember Miniature of Indonesia’ sebagai evolusi penyempurnaan ‘Jember Nusantara’. “Keduanya sama-sama menekankan pada aspek keberagaman dan kekayaan Jember,” katanya.
Namun, Setyabudi mengingatkan, kunci keberhasilan penjenamaan kota ini terletak pada implementasi konsep menjadi strategi yang konkret dan terpadu. “Tidak hanya sebatas slogan,” katanya.
Dari sini, Setyabudi memandang perlu evaluasi menyeluruh terhadap penjenamaan sebelumnya dan cara agar penjenamaan baru dapat mengisi kekosongan dan tantangan yang ada agar ada keberlanjutan.
“Setiap branding harus didukung oleh road map yang jelas, strategi promosi yang kuat, dan komitmen dari semua stakeholder agar tidak hanya menjadi slogan yang terputus-putus,” kata Setyabudi. [wir]






