Kopenhagen (beritajatim.com) – Secara kualitas, Chelsea jelas lebih unggul dibandingkan FC Kobenhavn. The Blues berlaga di Premier League, salah satu liga terbaik di dunia, sedangkan Kobenhavn berasal dari Superliga Denmark yang kompetisinya berada di level lebih rendah. Namun, perbedaan tersebut tidak terlalu terlihat saat kedua tim bertemu dalam first leg 16 besar Liga Konferensi Eropa dini hari tadi.
Bermain di kandang sendiri, Parken Stadium, Kobenhavn hanya kalah tipis 1-2 dari Chelsea. Hasil ini masih memberi mereka peluang untuk melaju ke perempat final, meskipun laga leg kedua pekan depan di Stamford Bridge bakal menjadi ujian berat.
“Ketika Anda ke Stamford Bridge untuk memenangi laga dengan margin dua gol, artinya Anda membutuhkan sedikit keajaiban. Keyakinan itu (ke perempat final, Red) masih ada,” ujar pelatih Kobenhavn, Jacob Neestrup, dikutip dari AFP.
Optimisme Neestrup bukan tanpa alasan. Kobenhavn pernah berada dalam situasi serupa di babak sebelumnya saat menghadapi FC Heidenheim. Pada first leg (14/2), mereka juga kalah 1-2 di kandang sendiri. Namun, mereka mampu bangkit dan menang 3-1 di second leg yang berlangsung di kandang lawan, memastikan tiket ke 16 besar.
Kala itu, gol penentu kemenangan dicetak oleh Rodrigo Huescas pada menit ke-113 di babak tambahan. Bek timnas Indonesia, Kevin Diks, juga turut menyumbang gol lewat eksekusi penalti pada menit ke-53.
Sayangnya, dalam pertandingan melawan Chelsea dini hari tadi, Kevin Diks tidak bisa bermain penuh karena mengalami cedera engkel. Bek 27 tahun itu harus ditarik keluar pada menit ke-79 dan digantikan oleh Munashe Garananga.
Kini, Kobenhavn harus berusaha mengulang keajaiban mereka di leg kedua di Stamford Bridge. Jika mereka mampu mencetak kemenangan dengan selisih dua gol, maka Chelsea bisa saja tersingkir lebih cepat dari ajang Liga Konferensi Eropa musim ini. Akankah sejarah kembali terulang? Semua akan terjawab di London pekan depan. [dio/beq]






