Surabaya (beritajatim.com) – Bidan Herna Wijayanti, peserta pelantikan dan pengambilan sumpah pendidikan profesi bidan di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), berbicara tentang cita-citanya yang tinggi.
“Saya ingin melanjutkan ke jenjang S2 jika Unusa membuka program S2 Kebidanan. Bersama suami, saya juga ingin mendirikan Rumah Bersalin,” kata Herna, ditulis Senin (27/5/2024).
Cita-cita ini didukung penuh oleh suaminya, dr Hardian Sinaga, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Herna sendiri memiliki pengalaman lebih dari sebelas tahun di RS Dr Soetomo Surabaya.
“Saya mulai bekerja sejak 2010 setelah lulus D3 Kebidanan. Setelah menikah, saya merintis klinik bidan mandiri sambil melanjutkan pendidikan S1 Kebidanan di Unusa,” jelasnya.
Di Unusa, Herna melanjutkan pendidikan profesi bidan untuk memenuhi tuntutan profesi dan peraturan dalam Undang-undang Kesehatan terbaru. “Pendidikan profesi bidan membantu saya menambah pengetahuan dan wawasan yang lebih luas,” katanya.
Ia menjelaskan, pekerjaan bidan saat ini mencakup ANC (antenatal care) dan SHK (skrining hipotiroid kongenital) untuk mendeteksi bayi yang menderita Hipotiroid Kongenital.
“SHK penting untuk memastikan bayi mendapatkan penanganan cepat dan menghindari dampak serius terhadap tumbuh kembangnya,” tambahnya.
Herna merasa pendidikan profesi bidan di Unusa telah memberi bekal positif bagi klinik mandirinya. Ia mengaku lebih percaya diri menjalankan praktik klinik mandiri. “Kolaborasi dengan suami yang spesialis obstetri dan ginekologi juga sangat membantu,” ungkapnya.
Berkat kolaborasi mereka, klinik kebidanan mandiri di Balungbendo, Sidoarjo pun ramai dikunjungi. Dalam sebulan, mereka bisa menangani lebih dari 100 pasien. [ipl/ian]






