Blitar (beritajatim.com) – Seorang jemaah haji asal Kabupaten Blitar mengalami kisah sedih saat melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Bagaimana mana tidak jemaah haji asal Desa Kalipucang Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar harus terpisah dari istrinya selama 9 hari.
Saiin Sulistyowati Muhtarom (65) menghilang selama 9 hari. Jemaah haji perempuan itu awalnya berada di Mina bersama sang suami. Saiin kemudian berpamitan kepada sang suami dan jemaah lain untuk mencuci pakaian.
Setelah ditunggu beberapa jam ternyata Saiin ternyata tak kunjung kembali. Sang suami bersama jemaah lain yang ada di Kloter 12 pun akhirnya berinisiatif untuk mencari keberadaan Saiin.
Para jemaah di kloter 12 pun mencari Saiin selama 3 hari namun tak kunjung menemukan. Sang suami dan jemaah pun terpaksa meninggalkan Saiin yang masih hilang untuk melanjutkan kegiatan ibadah haji di Makkah.
“Kemarin waktu jemaah Mabit di tenda Mina bu Saiin ini pamit untuk mencuci baju di kamar mandi area Mina pamit sama suami dan jemaah lainnya ditunggu 1 hingga 3 jam beliau tidak kembali, akhirnya ikhtiar dari semua jemaah dari tim kloter PP Arab Saudi mencari atas nama Saiin Sulistyowati, tapi akhirnya sampek jemaah Mina menuju Mekkah bu Saiin tidak diketemukan,” cerita Koordinator panitia penyelenggaraan haji Kabupaten Blitar 2023, Khayatul Mahki, Kamis (06/07/23).
Setelah hilang selama 9 hari akhirnya panitia penyelenggara haji Indonesia mendapat kabar dari Saudi National Hospital bahwasanya Saiin telah berada di rumah sakit dengan kondisi meninggal dunia. Petugas haji dan sang suami pun langsung memastikan bahwa itu memang benar Saiin yang telah hilang selama 9 hari lalu.
Sang suami pun akhirnya bisa bertemu dengan Saiin, meski kondisinya telah meninggal dunia. “Pada tadi pagi waktu Arab Saudi bahwasanya bu Saiin telah meninggal dunia dan jenazahnya ada di rumah Arab Saudi,” ujarnya.
Saiin sendiri ketehui memiliki riwayat penyakit gagar otak. Penyakit itu ia derita setelah mengalami kecelakaan 2 tahun silam.
Pihak Kementerian Agama Kabupaten Blitar sendiri belum bisa memastikan apakah penyakit gagar otak itu yang menjadi penyebab Saiin menghilang selama 9 hari. Kini pihak Kemenag Blitar telah menghubungi keluarga yang ada di tanah air mengenai hal itu.
Rencananya jenazah Saiin akan dimakamkan di pemakaman Soraya Arab Saudi. Sementara sang suami akan pulang ke Indonesia pada Senin (10/07/23) mendatang. “Rencananya akan dimakamkan di Arab Saudi,” pungkasnya
Secara keseluruhan, pada tahun ini total sudah ada 4 jemaah haji asal Kota dan Kabupaten Blitar yang meninggal dunia di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 3 diantaranya meninggal dunia akibat serangan jantung. (owi/kun)
BACA JUGA:






