Surabaya (beritajatim.com) – Walaupun telah melakukan penyekatan, polisi tetap kebobolan. Tercatat ada 37 Bobotoh yang berhasil nonton langsung di stadion Bangkalan.
Galih Apriansyah (20) suporter Persib Bandung dari Cikarang menjelaskan dirinya bersama rombongan naik bus hingga sampai di Surabaya. Rombongan ini sempat berhenti di basecamp Bonek di sekitar Taman Bungkul. Mereka pun sempat dijamu oleh Bonek sebelum berangkat ke Bangkalan.
“Di basecamp itu kami dijamu dengan baik. Setelah itu kami diberi tahu bahwa situasi sudah tidak kondusif. Kami diminta untuk tidak berangkat karena sudah ada penyekatan di Suramadu,” kata Galih saat diwawancarai Beritajatim.com, Sabtu (01/06/2024) dini hari di depan Pos Suramadu.
Karena terlanjur sayang dengan perjalanan jauh, 37 Bobotoh ini lantas memesan ojek online mobil dengan harapan tidak dicegat oleh petugas kepolisian di akses masuk Suramadu. Mereka pun berhasil mengelabui polisi dan sampai ke Stadion Bangkalan sesuai harapan.
Walaupun mengetahui telah dilarang hadir, mereka tetap nekat mendukung tim kesayangan. Mereka sempat menonton pertandingan hingga gol pertama terjadi di menit ke 60. Gol itu membuat mereka teriak bahagia hingga keberadaannya terendus oleh panitia dan suporter lawan. Mereka pun diusir keluar stadion. Karena kondisi sempat tegang, mereka pun pergi dari stadion dengan pengawalan polisi.
Sesampainya di bawah, 18 orang terlebih dahulu naik mobil dalmas kepolisian untuk sampai di Surabaya. Perjalanan dari Stadion Bangkalan hingga jembatan Suramadu berjalan aman.
Petaka terjadi saat berada di tengah jembatan Suramadu arah ke Surabaya. Saat itu mereka diteriaki oleh oknum Bonek yang memenuhi jalur motor di Jembatan Suramadu. Mobil Dalmas polisi yang ditumpangi oleh para Bobotoh pun dilempari oleh batu hingga helm.
“Situasi mulai panas ketika berada di tengah jembatan Suramadu. Kami dilempari batu dan helm,” imbuh Galih.
Tanpa diketahui, ternyata ratusan oknum Bonek sudah menutup akses keluar Jalan Suramadu. Petugas kepolisian yang berjaga pun akhirnya membuat barikade sembari menunggu bantuan. Sebanyak 18 suporter Persib lantas diamankan terlebih dahulu di Pos Polisi Suramadu. Sementara, Polisi berusaha memukul mundur massa agar tidak menutup akses jalan.
Pantauan Beritajatim.com, bentrok pertama terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Massa aksi sudah melempari polisi dengan batu dan kayu. Selama proses bentrok, polisi diserang dari dua sisi. Dari sisi depan dan sisi samping Jalan Kedung Cowek menuju Madura. Sejumlah kendaraan umum yang melintas pun jadi korban lemparan batu. Selain itu, satu motor pengawalan polisi juga sempat dirusak.

Bentrok baru berakhir sekitar pukul 23.31 WIB. Rombongan Kapolda Jatim sempat terjebak macet karena bentrok yang terjadi di Jalan Kedung Cowek. Polisi diserang dengan batu dan kembang api. Sejumlah massa aksi sempat diamankan.
Saat berita ini ditulis, kondisi sudah kondusif dan aman. Dua bus pemain Persib Bandung juga sudah sampai ke Hotel di Pusat Surabaya dengan pengawalan mobil rantis. Sementara, 18 suporter Persib Bandung yang sampai di pos polisi masih menunggu kejelasan untuk kendaraan yang mengantar pulang. Sementara 19 suporter lainnya masih tertinggal.
Apakah selama menunggu, Bobotoh ini mendapat gangguan dari Bonek? Ternyata tidak. Beberapa Bonek justru mendatangi rombongan Bobotoh. Bonek tersebut memberi bantuan makan, minum, dan rokok selama Bobotoh berada di Pos Polisi Suramadu, Kota Surabaya. Mereka juga berbincang secara akrab. [ang/but]






