Surabaya (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya bakal masifikan sosialisasi terkait pemilhan kepala daerah (Pilkada) 2024 untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Targetnya mencapai 65 persen.
Berkaca pada empat periode berturut-turut, yakni mulai Pilkada 2005, 2010, 2015, dan 2024 tingkat partisipasi masyarakat hanya 54 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Ketua KPU Kota Surabaya Soeprayitno menjelaskan jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan pada Pemilu yang mencapai 75 persen.
“Tantangan kami semua cukup berat, dihadapkan pada catatan kami terkait angka partisipasi pemilih di mana mulai Pilkada 2005, 2010, 2015, dan 2020 kemarin capaiannya maksimal 54 persen. Ada disparitas jauh dibanding partisipasi Pemilu selalu mendekati 75 persen,” kata Nano saat dihubungi, Senin (29/7/2024).
Dia menilai tingkat pemilih yang rendah pada Pilkada dibandingkan Pemilu karena
Pemilihan Presiden, wakil presiden, dan legislatif, lebih punya daya tarik atau magnet bagi masyarakat sehingga mayoritas menggunakan hak pilihnya.
Maka dari itu untuk meningkatkan partisipasi, pihaknya bakal masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada November 2024 mendatang.
“Guna mengerek (menarik) angka capaian (Pilkada) itu lebih tinggi di antaranya sosialisaai itu yang kami masifkan selain itu saat hari pemungutan diliburkan, kami mengimbau silakan jangan lupa gunakan hak pilih,” kata dia.
Kondisi itu tak hanya terjadi di Surabaya, tapi juga kabupaten dan kota lain bahkan juga di Provinsi Jawa Timur.
“Seperti disampaikan pimpinan kami di provinsi, harapannya (partisipasi pemilih Pilkada) lebih tinggi syukur-syukur bisa 65 persen bahkan bisa menyamai partisipasi Pemilu 2024,” ucap mantan jurnalis ini.
Sementara Komisioner KPU Jatim Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Choirul Umam menarget, capaian partisipasi pemilih harus bisa naik menjadi 65 persen kali ini di Surabaya.
Berkaca dari 2020 saat pandemi lalu, capaiannya 53 persen bisa meningkat lebih tinggi 0,85 persen dibandingkan periode sebelumnya 2015.
“InsyaAllah Pilkada 2024 ini berbekal pengalaman Pemilu kemarin, insyaAllah Pilkada, parmasnya (partisipasi masyarakatnya) akan naik,” katanya.
Ia mengimbau partai politik berani menyuguhkan calon kepala daerah sebanyak mungkin untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
“Pilkada itu gak bisa naik parmasnya kalau keamanannya tidak terjamin. Parmas juga gak bisa naik kalau parpolnya gak berani menyuguhkan calon sebanyak mungkin,” tandas Umam. [asg/but]






