Ponorogo (beritajatim.com) – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, pergerakan harga bahan pokok menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Polres Ponorogo melalui Tim Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional dan toko modern.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting). Selain itu juga untuk menjamin ketersediaan stok tetap aman menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Ramadan hingga Idul Fitri.
Sejumlah titik strategis menjadi sasaran pemantauan, antara lain Pasar Legi Ponorogo di Jalan Soekarno Hatta, Pasar Sumoroto Kecamatan Kauman, Pasar Bungkal Kecamatan Bungkal, serta Swalayan Surya di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Mangkujayan.
Tim yang dipimpin langsung Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali itu melakukan pengecekan menyeluruh terhadap komoditas utama. Mulai dari beras, minyak goreng, telur, daging ayam dan sapi, hingga bumbu dapur tak luput dari pendataan.
“Secara umum stok bapokting aman dan harga relatif stabil. Beras, telur, minyak goreng sampai bumbu dapur stoknya tercukupi,” ungkap AKP Imam Mujali, Minggu (8/2/2026).
Meski secara umum harga dinilai stabil, tim menemukan kenaikan pada komoditas cabai rawit di Pasar Legi Ponorogo. Harga tercatat mencapai Rp78.000 per kilogram, naik dibanding sebelumnya sekitar Rp60.000 per kilogram. Kenaikan tersebut, menurut AKP Imam, dipengaruhi faktor cuaca ekstrem selama musim hujan yang berdampak pada pasokan hasil panen.
“Cabai rawit memang naik, tapi masih dalam batas wajar. Sementara komoditas lain cenderung stabil, bahkan ada yang turun,” jelasnya.
Musim penghujan menyebabkan sebagian hasil panen petani mengalami pembusukan. Sehingga distribusi terganggu dan memicu kenaikan harga di tingkat pasar. Selain mencatat pergerakan harga, Satgas Saber juga melakukan pengawasan untuk mencegah praktik penimbunan dan permainan harga, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.
“Tidak ditemukan pelanggaran. Kenaikan harga tidak signifikan dan cenderung stabil,” tegas jebolan Jatanras Polda Jatim tersebut.
Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya preventif agar masyarakat tidak dirugikan oleh spekulasi harga menjelang momentum Ramadan yang identik dengan lonjakan konsumsi. Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo memastikan bahwa kondisi ketersediaan bahan pokok di wilayah Bumi Reog masih dalam kategori aman.
“Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan semua stakeholder untuk memastikan ketersedian dan harga bahan pokok aman, di bulan suci Ramadhan hingga Idul Fitri nanti,” pungkasnya.
Dengan pemantauan langsung dan koordinasi lintas sektor tersebut, Polres Ponorogo berharap stabilitas harga tetap terjaga. Sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran lonjakan harga kebutuhan pokok.(end/but)






