Ponorogo (beritajatim.com) – Polres Ponorogo melakukan penanganan cepat terhadap akses jalan penghubung antar-desa di Dukuh Dayakan, Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, yang terdampak longsor parah. Struktur jembatan darurat yang nyaris ambruk di titik tersebut kini mulai diperbaiki guna menjamin mobilitas warga tetap berjalan normal.
Aparat kepolisian melalui Polsek Ngebel merespons keluhan warga terkait jalur vital yang menghubungkan Desa Wagir Lor dengan Desa Wates, Kecamatan Jenangan. Jalur tersebut sempat nyaris tidak dapat dilalui akibat badan jalan yang ambles dan struktur jembatan darurat yang tergerus material longsor.
Kapolsek Ngebel, AKP Nuryadi, mengungkapkan bahwa akses jalan ini merupakan urat nadi utama bagi aktivitas harian masyarakat setempat. Mulai dari anak sekolah hingga pergerakan ekonomi warga setiap hari bergantung pada jalur tersebut untuk beraktivitas.
“Oleh karena itu kami Polsek Ngebel sesuai petunjuk Bapak Kapolres, berupaya agar jalur ini bisa dilalui oleh warga dengan memperbaiki jembatan darurat bersama masyarakat setempat,” kata AKP Nuryadi pada Sabtu (7/2/2026).
Kondisi tanah di lokasi kejadian memang tergolong labil sehingga menyebabkan badan jalan sering mengalami pergerakan hingga sebagian ruasnya amblas. Pihak kepolisian bersama Pemerintah Desa Wagir Lor kini telah melakukan pemasangan papan kayu dan pembatas demi menjaga keamanan para pengguna jalan.
“Sudah normal bisa dilalui, namun akses hanya dapat digunakan pejalan kaki dan kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas,” jelas AKP Nuryadi mengenai status terkini jalur tersebut.
Langkah cepat tersebut setidaknya berhasil mengurangi risiko keterisolasian warga yang bermukim di perbatasan dua kecamatan tersebut. Aktivitas pendidikan serta distribusi kebutuhan pokok masyarakat kini dapat tetap berjalan meskipun masih dalam keterbatasan akses.
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, memastikan bahwa penanganan kepolisian tidak akan berhenti pada solusi sementara yang bersifat darurat. Pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait serta Dinas Bina Marga untuk merancang pembangunan jembatan darurat berbahan plat besi baja.
Jembatan darurat tersebut dirancang memiliki panjang utama 32 meter dengan tambahan sayap di kedua sisi masing-masing sepanjang 2 meter. Dengan total panjang mencapai 36 meter dan lebar 1,2 meter, jembatan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga yang melintas.
“Pembangunan jembatan darurat tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dua minggu ke depan agar segera dapat digunakan masyarakat dan memulihkan kembali akses vital antar dua desa,” tegas AKBP Andin Wisnu Sudibyo. [end/beq]






