Surabaya (beritajatim.com)– Memenuhi kebutuhan cairan harian menjadi tantangan tersendiri selama bulan
Ramadan. Waktu minum yang terbatas membuat banyak orang berisiko mengalami dehidrasi ringan tanpa disadari. Karena itu, pengaturan pola minum yang tepat menjadi kunci untuk menjaga energi, konsentrasi, dan daya tahan tubuh sepanjang hari.
Salah satu cara yang direkomendasikan dalam kajian kesehatan di Indonesia adalah strategi pola minum 4-2-2. Metode ini membagi konsumsi air mineral menjadi delapan gelas dalam tiga waktu utama: empat gelas saat berbuka puasa, dua gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Pembagian ini dirancang agar tubuh mendapatkan asupan cairan secara bertahap dan optimal. Penelitian menunjukkan pola 4-2-2 memiliki peluang lebih tinggi untuk membantu seseorang mencapai kecukupan cairan harian dibandingkan pola lain. Dengan memenuhi total delapan gelas air, tubuh dapat menjaga keseimbangan cairan yang penting bagi fungsi organ, metabolisme, dan suhu tubuh.
Hidrasi yang cukup juga berperan besar dalam menjaga Kesehatan mental dan fisik. Kekurangan cairan tubuh sekitar dua persen saja dapat memengaruhi kewaspadaan, suasana hati, serta kemampuan kognitif. Pada kondisi puasa, dehidrasi ringan sering dikaitkan dengan keluhan seperti sakit kepala, kelelahan, dan menurunnya konsentrasi.
Agar strategi ini berjalan efektif, konsumsi air dianjurkan dilakukan secara bertahap, bukan sekaligus dalam jumlah besar. Cara minum perlahan membantu tubuh menyerap cairan lebih efisien serta mengurangi rasa tidak nyaman pada lambung setelah berbuka.
Selain dari air minum, kebutuhan cairan juga dapat terbantu melalui makanan yang memiliki kandungan air tinggi, seperti buah-buahan dan hidangan berkuah.
Kombinasi hidrasi yang cukup dan pola konsumsi yang teratur membantu tubuh tetap bugar selama menjalani ibadah puasa. Dengan pengaturan sederhana namun konsisten, strategi 4-2-2 dapat menjadi langkah praktis untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh sepanjang Ramadan. [Meychel Salsabyla]






