Jember (beritajatim.com) – Sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) akan menjadi andalan Lukmanul Khakim, calon wakil gubernur Jawa Timur nomor urut 1 yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa, untuk mengangkat perekonomian daerah.
Hal ini dikemukakan Lukmanul, usai berziarah di makam KH Muhammad Siddiq, di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Kamis (3/10/2024). Bersama calon gubernur Luluk Nur Hamidah, Lukmanul akan menciptakan satu juta usaha mikro kecil menengah selama lima tahun ke depan.
“Tidak sekadar melahirkan UMKM, tapi mulai hulu sampai hilirnya dikawal, dari pendidikan, pelatihan, bimbingam teknis, instrukturnya, pembimbingnya, sampai nanti hilirnya,” kata Lukmanul.
Tak hanya itu. Jika memimpin Pemrpov Jatim, Luluk dan Lukmanul akan menyiapkan kredit untuk masyarakat yang ingin membuka UMKM, terutama anak-anak muda. “Kami harapkan bisa menjadi lokomotif pembangunan di Jawa Timur,” kata Lukmanul.
Soal bunga kredit, Lukmanul berjanji akan ditangani Pemprov Jatim. “Supaya everybody happy. Bank happy, masyarakat happy, terutama bagi yang belum mendapatkan pekerjaan tetap, ini akan menjadi aspek pendapatan yang signifikan,” katanya.
Bisnis hilir UMKM ini akan dikawal agar tak macet. Lukmanul tak ingin proses itu berhenti di awal. “Bikinnya bisa, tapi hilirnya tidak dapat,” kata Lukmanul.
Saat berkunjung ke Bojonegoro, Lukmanul menerima informasi bahwa UMKM pembuatan jilbab yang semula hanya bermodal Rp 2,5 juta bisa berkembang pesat. Mereka kini menjual produknya ke seluruh daerah di Indonesia.
“Kedua, kami ingin menghadirkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. BUMDes yang selama ini mendapat anggaran dari pusat dan ADD (Alokasi Dana Desa), baik dari provinsi maupun kabupaten, akan kami maksimalkan perannya,” kata Lukmanul.
Dengan demikian pada masa mendatang BUMDes bisa menjadi pembeli produk-produk pertanian. “Sehingga masyarakat tidak kesulitan dan bisa mendapatkan harga yang rerlatif stabil. Jadi pada saat panen, biasanya harga turun, mudah-mudahan dengan konsep ini nanti masyarakat mendapatkan keadilan dan kesejahteraan,” kata Lukmanul.
Lukmanul juga ingin menjadikan Jatim sebagai provinsi pusat logistik nasional. “Agenda besarnya adalah produk-produk asli Jawa Timur bisa kita distribusikan, kita perdagangkan ke luar negeri, ke berbagai provinsi di Indonesia,” katanya. [wir]






